Jumlah Peserta BPJS di Kepri Kini Sudah Lebih dari Satu Juta Orang. Daerah Ini Paling Banyak

Peningkatan jumlah peserta ini diiringi pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Kantor Cabang BPJS Kesehatan Tanjungpinang

Jumlah Peserta BPJS di Kepri Kini Sudah Lebih dari Satu Juta Orang. Daerah Ini Paling Banyak
ISTIMEWA
Badan Penyelenggara Kantor Cabang Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Tanjungpinang dalam menyampaikan capaian program JKN-KIS 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM TANJUNGPINANG - Jumlah warga Tanjungpinang yang mendaftar menjadi peserta kartu Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus meningkat pada 2017 ini.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Penyelenggara Kantor Cabang Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Tanjungpinang menunjukkan jumlah masyarakat yang memiliki kartu JKN-KIS mencapai 346.011 jiwa.

Jumlah yang terhitung pada 30 Juni 2017 itu mencakupi kota Tanjungpinang, kabupaten Bintan, kabupaten Lingga, kabupaten Natuna dan kabupaten Anambas.

"Jika dimasukkan jumlah masyarakat dari Batam dan Karimun maka peserta JKN-KIS di Kepri mencapai 1.301.024 jiwa," demikian bunyi rilis tersebut.

Baca: Ketahuan Tiduri Istri Orang. Duda 40 Tahun Ini Rasakan Akibatnya. Diarak Keliling Kampung

Baca: Mau Coba? Tiket Batam-Pekanbaru Mulai Rp 285 ribu, Ini Maskapainya!

Baca: Dicekoki Obat Penenang, Gadis 14 Tahun Ini Disekap dan Diperkosa Sejumlah Pria Selama 5 Hari

Total kepesertaan ini termasuk peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan program JKN-KIS oleh pemerintah daerah atau Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dengan total 45.675 jiwa.

Adapun rincian peserta Jamkesda Tanjungpinang sebanyak 16.474 jiwa, Bintan 9.742 jiwa, Lingga 5.099 jiwa, Natuna 1.997 jiwa dan Natuna 12.363 jiwa.

Peningkatan jumlah peserta ini juga diiringi dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Kantor Cabang BPJS Kesehatan Tanjungpinang.

Saat ini ada 87 fasilitas kesehatan tingkat pertama yang masuk dalam kerja sama tersebut.

"Itu terdiri dari 49 Puskesmas, 7 dokter praktik perorangan, 1 dokter praktik gigi perorangan, 30 klinik pratama dan 0 rumah sakit D Pratama.

Selain itu ada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang terdiri atas 10 rumah sakit, 18 apotek: 8 apotek program rujuk balik dan 10 instalasi farmasi Rs untuk obat kronis serta 6 optik," demikian bunyi rilis tersebut. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help