Pelaku Pembegalan Masih Gelap, Orangtua Korban Begal Bukit Daeng Datangi Polda

Pelaku Pembegalan Masih Gelap, Orangtua Korban Begal Bukit Daeng Datangi Polda

Pelaku Pembegalan Masih Gelap, Orangtua Korban Begal Bukit Daeng Datangi Polda
tribunbatam/leo halawa
Keluarga korban pembegalan di Bukit Daeng saat ke Mapolda Kepri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Keluarga alamarhum Angki Pieter mahasiswa Sekolah Tinggi Theologia (STT) Real Batam yang merupakan korban begal jalanan mendatangi Mapolda Kepri, Selasa (22/8/2017) pagi.

Baca: Heboh! Mabuk Obat Bius, Seekor Cicak Keluar Dari Telinga Pasien!

Baca: Secret Service AS Krisis Dana, Pengawalan Presiden Donald Trump Terancam?

Baca: Terungkap! Inilah 4 Fakta Menghebohkan Kapal Perang USS John S. McCain. Nomor 4 Mengejutkan!

Baca: Inilah 4 Fakta Mengejutkan di Balik Kecelakaan Maut Setokok! Nomor 4 Jangan Ditiru!

Ana ibu korban ditemani anak perempuannya dan juga dosen STT Real Batam Daniel Sihombing langsung menuju lobi Ditreskrimum Polda Kepri. Ana mengatakan, tujuan kedatangannya di Polda yakni menanyakan kelanjutan dan keseriusan polda menangani siapa pelaku begal yang mengakibatkan anaknya itu hilang nyawa.

"Karena sampai saat ini, tidak kami gebrakan yang membuat hati kami tenang. Siapa pelaku sebenarnya, kami ke sini meminta dukungan moral dari Polda Kepri," kata Ana. Dia mengatakan, saat anaknya menjadi korban begal terjadi pada Kamis 20 Juli 2017 lalu, hingga kini polisi belum menemukan siapa pelaku.

"Pada intinya, kami ingin siapa pelaku begal anak kami dicari, cuman itu saja. Mohon keseriusan dan bantuan moralnya," kata Ana dengan raut wajah sedih dan tampak matanya berkaca-kaca kepada wartawan

Senada dengan itu, Daniel Sihombing juga memberikan bantuan moral untuk menjumpai Dirkrimum Polda Kepri Kombes Pol Lutfi Martadian. "Kami dari STT memberikan dukungan moral kepada keluarga. Karena bagaimana pun, almarhum bagian dari civitas kami," kata Daniel.

Seperti diketahui, Angki Pieter dan temannya bernama Astreani alias Rere Kamis malam itu menuju mess di Sukajadi atau persis di depan Dam ATB Bukit Daeng, Batam Kota, Batam, Kepri. Tiba-tiba, di tengah perjalanan keduanya dihadang begal yang berboncengan satu motor.

Saat terjadi tarik-menarik tas, kedua korban terjatuh. Hingga mengakibatkan patah tulang pada kaki. Astreani patah kaki kiri, sedangkan Pieter mengalami patah di kedua kakinya. Malam itu, mereka dirawat di RS Camatha Sahidya yang kemudian dirujuk ke RSUD Embung Fatimah.

Namun setelah dirawat selama tiga pekan, nyawa Pieter tak bisa tertolong. Dia meninggal di Ruang ICU RSUD Embung Fatimah pada Kamis petang (17/8/2017) pukul 17.30 WIB. Kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Kota Tanjungpinang.

Sementara korban Astreani mahasiswi asal Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) selamat dari maut itu. Astreani masih sehat sampai saat ini. Atas kepergian Pieter menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban. Dan berharap, polisi cepat ungkap pelaku. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved