Amsakar: Pengunduran Diri Direktur RSUD Bisa Ditiru Pejabat Lain

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menghargai langkah mundur yang dipilih dr Gunawan sebagai Direktur RSUD Embung Fatimah.

Amsakar: Pengunduran Diri Direktur RSUD Bisa Ditiru Pejabat Lain
tribunbatam/ian pertanian
Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad datang ke RSUD Embung Fatimah. Amsakar langsung masuk ruang manajemen ajak rapat darurat Direktur RSUD Batam, Senin (14/8/2017) 

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menghargai langkah mundur yang dipilih dr Gunawan sebagai Direktur RSUD Embung Fatimah.

Malah dia berharap, pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya bisa melakukan hal serupa, kalau tidak bisa menangani suatu persoalan. 

"Kami menghargai, ketika tak bisa tangani, mengundurkan diri," kata Amsakar, Rabu (23/8/2017). 

Dikatakan, sehari pasca surat pengajuan pengunduran diri Gunawan itu diterima, Senin (21/8/2017) lalu, dirinya, Wali Kota Batam, Rudi dan unsur Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sudah berembuk, mencari pengganti sementara posisi yang ditinggalkan Gunawan. 

Pikiran mereka saat itu mengarah kepada Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam.

Alhasil dia yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur RSUD Embung Fatimah.

Sehingga mulai Rabu (23/8) ini Didi rangkap jabatan.

Sampai kapan jabatan Plt itu diemban Didi, Amsakar mengatakan, hingga pemeriksaan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selesai.

Mengapa Didi? Pertimbangan yang diambil, lantaran Didi memiliki pengalaman dalam mengatur tatakelola di RSUD Tanjunguban, tempat dia bertugas sebelum pindah ke Batam

"Yang jadi pertimbangan kami dengan pak wali, Didi ini punya background mengelola RSUD Kepri," ujar dia. 

Amsakar berharap, dengan dijadikannya Didi sebagai plt direktur di sana, dapat memberikan warna baru, terutama dalam tatakelola managemen di RSUD Embung Fatimah.

Dikaitkan dengan kemungkinan besar Didi bakal mengisi posisi tetap Direktur RSUD Embung Fatimah, Amsakar mengatakan, pihaknya belum berpikir sampai ke arah sana. 

 Amsakar mengatakan, pihaknya meminta petunjuk dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), apakah boleh melakukan pergantian pejabat saat terjadi pengunduran diri.

"Kalau katanya boleh, tak tertutup kemungkinan kami akan open bidding lagi untuk jabatan direktur RSUD Embung Fatimah," kata Amsakar. 

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved