Benarkah Penikaman Sopir Taksi Pangkalan Terkait Kejadian di BCS Mall? Ini Jawaban Kapolres!

Benarkah Penikaman Sopir Taksi Pangkalan Terkait Kejadian di BCS Mall? Ini Jawaban Kapolres!

Benarkah Penikaman Sopir Taksi Pangkalan Terkait Kejadian di BCS Mall? Ini Jawaban Kapolres!
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Kapolresta Barelang, AKBP Hengki 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Ratusan Sopir taksi Konvensional mendatangi Polresta Barelang, Rabu (23/8/2017) siang. Kedatangan mereka kesana untuk mendesak pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang sudah menikam rekan mereka.

Baca: Wajah Habis Dimakan Belatung, Terungkap Masalah Inilah Pemicu Yoga Nekat Bunuh Diri

Baca: Punggung Ditikam Pisau, Sopir Taksi Pangkalan Batam Center Roboh Bersimbah Darah!

Baca: Sopir Taksi Pangkalan Batam Center Ditikam, Dua Orang Misterius Eksekusi Depan Hotel Ini

Baca: BREAKINGNEWS: Sebelum Tewas Minum Racun, Yoga Kirim SMS ke Temannya. Isinya Bikin Merinding!

Baca: Birahi di Ubun-ubun! Pasangan Mabuk Kepayang Ini Begituan di Kursi Pesawat Terbang, Ini Maskapainya!

Baca: Perseteruan Berlanjut! Taksi Online-Taksi Pangkalan Saling Lapor Polisi. Ini Pemicunya!

Beberapa dari mereka mengadakan pertemuan tertutup dengan Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki. Selain mendesak agar polisi segera menangkap pelaku, para sopir taksi juga memberi dukungan penuh kepada pihak kepolisian.

"Saya harap, bagi siapa saja yang mempunyai informasi terkait kejadian semalam segera informasikan kepada ketuanya. Jangan main tangkap sendiri, karena yang boleh menangkap itu adalah polisi," sebutnya.

Kemudian dikatakan Hengki, ‎pihaknya akan mencari pelaku kejahatan ini, dan dia berjanji, akan bekerja keras untuk menangkap pelaku.

"Kepada orang yang tau, segera laporkan ke saya. Laporkan ke kasat reserse saya. No kami aktif terus 24 jam. Jangan khawatir," tambah Hengki lagi.

Sementara itu, ditanyakan apakah kasus ini ada hubungan dengan perkelahian antara sopir taksi online dan taksi konvensional di kawasan BCS hari sebelumnya, ‎Hengki tidak mau berkomentar banyak.

Masalahnya, kasus ini masih dalam penyelidikan. "Kita masih lakukan penyelidikan. Tidak bisa berandai-andai," katanya. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help