TANJUNGPINANG TERKINI

Sidang OTT Pungli BUMD Tanjungpinang. Asep Sebut Nama Ini Sebagai Inisiatif Kenaikan Harga Sewa

Jaksa selalu menanyakan keterkaitan Asep dengan bawahanya Slamet dalam negosiasi penyewaan tempat dengan pedagang yang hendak menyewa tempat

Sidang OTT Pungli BUMD Tanjungpinang. Asep Sebut Nama Ini Sebagai Inisiatif Kenaikan Harga Sewa
TRIBUNBATAM/WAHIBWAFFA
Sidang Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pungutan Liar (Pungli) sewa penempatan kios Pasar Bintan Center dengan terdakwa direktur BUMD Tanjungpinang, Asep Nana Suryana digelar, Rabu (23/8/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG- Sidang Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pungutan Liar (Pungli) sewa penempatan kios Pasar Bintan Center dengan agenda keterangan terdakwa direktur BUMD Tanjungpinang, Asep Nana Suryana digelar, Rabu (23/8/2018). ‎

Pada sidang ini Asep dimintai tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang.

Dalam keteranganya, Asep membantah menaikan sejumlah tarif dengan memerintahkan staf koordinator lapangan Slamet yang juga terdakwa kasus tersebut. ‎

Ia mengatakan tidak sesuainya harga sewa penempatan yang diminta kepada pemohon sewa itu atas inisiatif Slamet.

"Itu dari Slamet sendiri. Saya baru tau ada kenaikan harga sewa, pat gulipat sewa penempatan kios Pasar Bintan Center setelah Slamet di OTT," kata terdakwa Asep Nana Suryana saat memberikan keterangan kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (23/8/2017).

Baca: Lama Tak Juara di Inggris. Ini Target Marc Marquez untuk Balapan di Silverstone Akhir Pekan Ini

Baca: Diberitakan Nunggak Pajak, Raffi Ahmad Berikan Klarifikasi: Saya Pasti Bayar Pajak

Baca: Mau Masak Mee Siam Ala Lee’s Café? Ini Lho Bahan dan Cara Membuatnya

‎Ia juga membantah bahwa setiap kali transaksi sewa penempatan kios itu selalu berkoordinasi denganya.

Menurut Dia, Slamet tak pernah berkoordinasi denganya melalui telefon jika ada pemohon penyewaan kios.

Jaksa selalu menanyakan keterkaitan Asep dengan bawahanya Slamet dalam negosiasi penyewaan tempat dengan pedagang yang hendak menyewa tempat.

Saat ditanya oleh jaksa soal prosedur pembayaran penyewaan kios, Asep mengakui kesalahanya bahwa selama ini sewa tempat dilakukan diluar kantor. Begitu juga dengan pembayaran uang sewa tempat. 

"Memang itu salah tak sesuai prosedur. Semua pembayaran harus dilakukan di kantor. Termasuk pendaftaran. Formulir sewa tempat juga diambil di kantor," ungkapnya.

Namun dalam sidang tersebut diakui Asep bahwa faktanya dari sejumlah saksi yang merupakan penyewa yang telah dihadirkan Jaksa, mengakui sejumlah pembayaran lebih dari harga yang ditentukan dan dilakukan pembayaran di luar kantor. ‎(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help