Taksi Online Boleh Beroperasi di Batam? Amsakar Perintahkan Yusfa Urus Soal Ini

Taksi Online Boleh Beroperasi di Batam? Amsakar Perintahkan Yusfa Urus Soal Ini

Taksi Online Boleh Beroperasi di Batam? Amsakar Perintahkan Yusfa Urus Soal Ini
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Meski belum menerima tembusan putusan, Pemerintah Kota Batam siap melaksanakan putusan Mahkamah Agung RI,

yang mencabut 14 poin dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 26 tahun 2017 terkait keberadaan taksi online. Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Baca: Sejarah Mencatat! Perang Korea Hitungan Jam, Tentara Korut Kocar-kacirkan Tentara Amerika-Korsel!

Baca: Mengejutkan! Inilah 8 Resep Menjadi Orang Super Kaya, Nomor 3 Tak Terbantahkan!

Baca: Orang Terkaya dan Naga Indonesia Meninggal Dunia, Terungkap Inilah 5 Istrinya!

Baca: BREAKINGNEWS: Walikota Batam Tunjuk Kadinkes Plt Direktur RS Embung Fatimah

"Prinsipnya kalau online sudah diperbolehkan oleh putusan MA, ya kita bolehkan," kata Amsakar, Rabu (23/8/2017) di Batam Center.

Hanya saja, supaya tak terjadi persoalan lagi di daerah terkait transportasi, perlu duduk bersama terlebih dahulu.

"Cuma sekarang bagaimana formatnya biar tak jadi eskalasi persoalan di daerah. Jangan ini jalan, yang lain tukang babat," ujar dia.

"Makanya semua harus duduk satu meja. Bicara dengan cermat dan matang. Tak perlulah kita kembangkan kepentingan yang tak sehat," sambung Amsakar.

Amsakar mengingatkan, pada hakekatnya pemerintah memiliki tiga fungsi. Pertama membuat regulasi, kedua eksekusi--melaksanakan kebijakan undang-undang, ketiga sebagai fasilitator.

"Jadi kalau sudah ada regulasi taksi online boleh jalan, tentu akan kita bicarakan dengan teman-teman yang bergerak di sektor ini. Dinas perhubungan, polisi, taksi konvensional, taksi online. Soal teknisnya dengan Pak Yusfa," ujar Amsakar.(*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help