Heboh Jual Beli Data Nasabah

Mengejutkan! Pekerja Bisnis Ini Diduga Jadi Pembeli Datanya! Di Batam Anda Pernah Mengalami?

Mengejutkan! Pekerja Bisnis Ini Diduga Jadi Pembeli Datanya! Cirinya Telepon Tak Dikenal!

Mengejutkan! Pekerja Bisnis Ini Diduga Jadi Pembeli Datanya! Di Batam Anda Pernah Mengalami?
Ist
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Penyidik Subdit TPPU/ Money Laundering Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri menangkap seorang tersangka berinisial C (27) yang diduga terlibat dalam jaringan penjualan data nasabah bank.

Baca: Cari Mangsa di Batam? Pelaku Gentayangan di Dunia Maya. Ini Nama FB dan Situs Website-nya!

Baca: Sejarah Mencatat! Perang Korea Hitungan Jam, Tentara Korut Kocar-kacirkan Tentara Amerika-Korsel!

Baca: Buah Ceplukan, Dulu Penyelamat Prajurit Romawi, Kini Harga Selangit. Ini Khasiatnya!

Baca: BREAKINGNEWS: Sudah 5 Hari Dua Gadis Warga Bengkong Tak Pulang, Ini Fotonya!

Mengutip Kontan, Kamis (24/8/2017), C ditengarai telah melakukan praktik jual beli data nasabah perbankan sejak tahun 2010. Caranya dengan mengumpulkan data nasabah dari marketing bank atau rekan marketing lainnya.

"Tersangka mulai mengiklankan penjualan data nasabah yang dia miliki sejak tahun 2014 melalui website www.jawarasms.com, www.databasenomorhp.org, http://layanansmsmassal.com, http://walisms.net/,

serta akun Facebook dengan nama Bang Haji Ahmad, dan akun pada situs penjualan online (e-commerce)," jelas Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusis Brigjen Pol Agung Setya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (23/8/2017).

Praktik jual beli data nasabah bank sudah terjadi lama dan lepas dari pengawasan otoritas. Efeknya, nasabah bank dirugikan dengan terbukanya data pribadi mereka dan menjadikan nasabah sebagai pasar empuk aneka tawaran mulai kartu kredit, asuransi melalui pesan pendek, email hingga telepon langsung.

Padahal, pemilik nomor tak pernah memberikan nomor telepon dan data pribadi ke pihak lain.

Polisi mengaku mulai melakukan penyelidikan lantaran banyak aduan masyarakat atas penyalahgunaan data. Hasilnya, polisi mendapati C sebagai salah satu pelaku.

Calon pembeli data yang tertarik akan menghubungi C melalui nomor telepon yang tertera pada situs atau akunnya untuk kemudian melakukan transaksi.

Menurut keterangan polisi, C mematok harga bervariasi untuk paket data nomor telepon nasabah mulai dari Rp 35.000 untuk 1.000 nomor nasabah hingga Rp 1,1 juta untuk paket data berisi 100.000 nasabah.(Kontan)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Polisi Tangkap Penjual Data Nasabah Bank

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help