TribunBatam/

Operasi Tangkap Tangan KPK

Di Mess Ini, Dirjen Hubla Punya Ruang Khusus Menyimpan 33 Ransel untuk Menimbun Uang Korupsi

Sebuah Mess Perwira Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan di Jl Gunung Saharu, Jakarta Pusat kini disegel KPK

Di Mess Ini, Dirjen Hubla Punya Ruang Khusus Menyimpan 33 Ransel untuk Menimbun Uang Korupsi
TRIBUNNEWS/ADIATMA FAJAR
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono 

LAPORAN THERESIA FELISIANI

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah Mess Perwira Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan di Jl Gunung Saharu, Jakarta Pusat kini disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penyegelan ini terkait dengan dugaan suap atas perizinan dan pengadaan proyek di Lingkungan Ditjen Hubla tahun anggaran 2016-2017.

Dalam Kasus yang diawali dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu malam dan Kamis (23-24 Agustus 2017) ini, KPK menetapkan dua tersangka dari lima orang yang dibawa.

Ke dua tersangka adalah ‎Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono dan Adiputra Kurniawan, Komisaris PT Adhi Guna Keruk Tama (PT AGK).

Suap berkaitan atas pekerjaan proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan di mess tersebut, penyidik menemukan sebuah ruangan khusus yang memang digunakan untuk menyimpang uang suap.

Di ruangan itu, ditemukan 33 ransel yang berisi beragam mata uang, baik rupiah maupun sejumlah mata uang asing.

"Jadi disana memang ada ruangan khusus untuk menyimpang uang ini," tutur Febri di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sebanyak 33 tas ransel berwarna hitam dijejer rapi oleh Antonius, namun dihamparkan begitu saja di lantai.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help