Heboh! Kondisi Ekonomi Terpuruk, Pemko Batam Anggarkan Bansos Fantastis. Ada Apa?

Heboh! Kondisi Ekonomi Terpuruk, Pemko Batam Anggarkan Bansos Fantastis. Ada Apa?

Heboh! Kondisi Ekonomi Terpuruk, Pemko Batam Anggarkan Bansos Fantastis. Ada Apa?
Dok. HaloMoney.co.id
Ilustrasi bansos 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Anggaran untuk bantuan sosial (bansos) menjadi satu diantara beberapa hal yang disorot anggota DPRD Kota Batam, saat paripurna pemandangan fraksi tentang rancangan peraturan daerah APBD Kota Batam perubahan tahun anggaran 2017.

Baca: Inilah 5 Perbedaan Bercinta Dengan Pria Yang Disunat dan Tidak Disunat, Nomor 4 Mengejutkan!

Baca: Terungkap! Inilah Kebiasaan AS Yang Bikin Indonesia Pilih Beli Jet Tempur Rusia Ketimbang Amerika!

Baca: Orang Terkaya dan Naga Indonesia Meninggal Dunia, Terungkap Inilah 5 Istrinya!

Baca: Edan! Tak Hanya Data Nasabah Bank, Pelaku Jual Juga Data Pemilik Mobil-Apertemen Mewah! Batam?

Saat APBD murni 2017 lalu, untuk bansos memang tidak dianggarkan. Namun pada APBD perubahan, Pemerintah Kota Batam menganggarkannya. Jumlahnya terbilang fantastis, yakni Rp 2,6 miliar.

Ketua fraksi PKS, Mukriyadi pada kesempatan itu meminta agar Pemko Batam bisa menjelaskan soal penerimaannya. Termasuk juga soal transparansi penggunaan.

"Untuk dana bansos dianggarkan Rp 2,6 miliar. Mohon pemerintah menjelaskan secara transaparan. Penerimaan dan transparansinya," kata Mukriyadi, Jumat (25/8/2017).

Selain anggaran bansos, dia juga memberikan pandangan fraksinya soal belanja hibah. Dari semula Rp 20,7 miliar, naik menjadi Rp 27,2 miliar atau naik sebesar 31,61 persen.

Dikatakan, dari penjelasan wali kota dalam nota keuangan, pihaknya tidak melihat adanya kegiatan yang begitu mendesak, sehingga belanja hibah pada perubahan APBD 2017 mesti dinaikkan.

"Kami meminta penjelasan lebih lanjut, organisasi kemasyarakatan dan rumah ibadah seperti apa yang begitu mendesak untuk segera diberikan bantuan pada tahun ini," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Batam, Abdul Malik yang dikonfirmasi wartawan soal anggaran bansos membenarkan, saat APBD murni memang tidak dianggarkan.

"Di murni memang tak ada, diperubahan kita ajukan lagi. Itu usulan karena ada masyarakat yang mengajukan, SKPD terkait merekomendasikan," kata Malik.

Dikatakan, ada beberapa kegiatan bansos yang dianggarkan dengan total Rp 2,6 miliar. Satu di antaranya untuk bantuan panti asuhan.

"Anak yatim kan tanggungjawab pemerintah. Makanya SKPD terkait tindaklanjuti dengan memberikan usulan. Semua sudah sepakat kemarin," ujar dia.(*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved