TribunBatam/

Operasi Tangkap Tangan KPK

Suap untuk Dirjen Hubla Kemenhub Modus Baru. Pengusaha Penyuap Cukup Kasih ATM

APK menggunakan nama pihak lain yang diduga fiktif. Kemudian menyerahkan ATM itu ke ATB. Selanjutnya APK menyetorkan uang ke rekening tersebut

Suap untuk Dirjen Hubla Kemenhub Modus Baru. Pengusaha Penyuap Cukup Kasih ATM
Tribunnews.com/Abdul Qodir
Penyidik KPK mengekspose barang bukti suap Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono (ATB) dari pewngusaha Adiputra Kurniawan (APK‎), Komisaris PT Adhi Guna Keruk Tama (PT AGK), Kamis (24/8/2017). Keduanya tertangkap dalam OTT Rabu malam 

LAPORAN THERESIA FELISIANI

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu (23/8/2017) malam terbongkar.

Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono (ATB) menerima suap Adiputra Kurniawan (APK‎), Komisaris PT Adhi Guna Keruk Tama (PT AGK) atas pekerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas, Jawa tengah.

KPK mengatakan, suap di Kementerian Perhubungan ini adalah modus baru. Mengapa?

Soalnya, kedua tersangka menggabungkan modus pemberian uang suap secara yang tunai dipadu dengan transaksi melalui bank.

 "Modus suap ini relatif baru karena penyerahan uang dilakukan dalam ATM. Rekening dibuka oleh pemberi. APK menggunakan nama pihak lain yang diduga fiktif. Kemudian menyerahkan ATM itu ke ATB. Selanjutnya APK menyetorkan sejumlah uang ke rekening tersebut," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Kamis (24/8/2017) malam di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selanjutnya Antonius Tonny Budiono yang memegang kartu ATM dengan bebas menggunakan uang untuk beragam transaksi sesuai keinginan dan kebutuhannya.

Diungkapkan Basaria, dari penelusuran sementara, uang tersebut digunakan untuk beragam transaksi mulai dari dikirim ke anaknya hingga untuk pembayaran hotel.

"Bisa kirim uang ke anaknya, ke hotel, pokoknya kemana saja. Secara rinci nanti ditelusuri penyidik," tambah Basaria.

OTT KPK ini terkait dengan perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) tahun anggaran 2016-2017.

Dalam OTT yang dilakukan pada Rabu (23/8/2017) malam hingga Kamis (24/8/2017) sore, penyidik mengamankan lima orang di beberapa lokasi terpisah.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help