BREAKINGNEWS: Diduga Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Polisi Datangi Vihara di Nongsa

Diduga Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Polisi Datangi Vihara di Nongsa. Begini Kejadiannya!

BREAKINGNEWS: Diduga Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Polisi Datangi Vihara di Nongsa
tribunbatam/eko setiawaan
Suasana polisi mendatangi sebuah vihara di Nongsa, Senin (28/8/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Dijanjikan bekerja di salah satu Vihara, ‎dua orang gadis di bawah umur menjadi korban pelecehan sekesual.

Tidak tanggung-tanggung, dari pengakuan korban, ia dicabuli oleh salah satu tokoh agama yang sering dipanggil dengan sebutan suhu.

Baca: Inilah 5 Perbedaan Bercinta Dengan Pria Yang Disunat dan Tidak Disunat, Nomor 4 Mengejutkan!

Baca: Inilah Aksi Heroik Ilham, Anak Pesantren Penangkap Rampok Bengkong. Dia Tangkap Sendirian!

Baca: Terungkap! Inilah Kebiasaan AS Yang Bikin Indonesia Pilih Beli Jet Tempur Rusia Ketimbang Amerika!

Baca: Heboh! Selingkuh Dengan Brondong, Ibu Muda Cantik Ini Hanya Handukan Saat Digerebek Suami!

Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (KPPAID) Kepri Eri Syahrial mengatakan, ada lima anak yang dipekerjakan di Vihara Purnama Mahayana yang ada di nongsa.

Tiga perempuan dan dua orang lagi laki-laki. "Jadi dua orang perempuan muda ini dicabuli di Jakarta sebelum sampai di Batam. Setelah dicabuli oleh suhu, kemudian mereka dipekerjakan di Vihara yang ada di Nongsa," sebut Eri.

Untuk dikeahui, dua orang yang dicabuli bernama Sa (12) Dw (17). Sedangan korban bernama Sw (15) sudah lebi satu bulan kerja belum digaji. Sementara yang Lelaki bernama Jl (19) sama Dw (17), mereka bekerja juga belum digaji.

"Suhu itu yang mencabuli dua orang anak tersebut. Memang dia dijanjikan untuk bekerja dan di belikan HP. Setelah dicabuli ternyata dia malah dikirim ke batam," sebutnya.

Sejauh ini, polisi masih berada di Vihara untuk melakukan pemeriksaan dengan beberapa pekerja di sana.(*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help