Kursi Panas Direktur RSUD Batam

Silakan Diingat! Jabat Plt Direktur RS Embung Fatimah, Dokter Didi Janjikan Bereskan Ini

Silakan Diingat! Jabat Plt Direktur RS Embung Fatimah, Dokter Didi Janjikan Bereskan Ini

Silakan Diingat! Jabat Plt Direktur RS Embung Fatimah, Dokter Didi Janjikan Bereskan Ini
TRIBUNBATAM/IAN PERTANIAN
Foto bersama sehabis sertijab plt Direktur RS Embung Fatimah, Senin (28/7/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Memperbaiki pengelolaan keuangan dan mengusahakan pencairan uang BPJS. Inilah program utama yang akan dikerjakan oleh Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF) dr Didi Kusmarjadi.

Baca: BREAKINGNEWS: RS Embung Fatimah Lumpuh, Wakil Walikota Bungkam! Datang Ajak Direktur Rapat Darurat!

Baca: Tercoreng Mogok Dokter Spesialis, Direktur RS Embung Fatimah Akhirnya Mengundurkan Diri

Baca: Inilah Aksi Heroik Ilham, Anak Pesantren Penangkap Rampok Bengkong. Dia Tangkap Sendirian!

Baca: Inilah 5 Perbedaan Bercinta Dengan Pria Yang Disunat dan Tidak Disunat, Nomor 4 Mengejutkan!

Baca: Heboh! Pria Indonesia Ini Nyamar Jadi Suporter Malaysia, Dia Temukan Hal Mengejutkan Ini

Dalam sambutannya diacara serah terima Jabatan (Sertijab) Direktur RSUD EF, Senin (28/8/2017) yang dilaksanakan di Aula RSUD EF, dr. Didi mengatakan ke depan dirinya akan menyesaikan pembayaran uang jasa dokter yang menungguk sampai saat ini.

"Hari ini SK saya sudah berada di Meja Walikota Batam, jika nanti SK tersebut ditanda tangani maka ke depan saya akan usahakan untuk membayar uang jasa dokter,"katanya.

Dokter Didi (kanan) saat sertijab Plt Direktur RSUD Embung Fatimah, Senin (28/8/2017)

Dia mengatakan persoalan di RSUD EF, sebenarnya hanya ada di manajemen keuangan saja, dimana uang jasa dokter terlebih dari pasien BPJS tidak bisa dicairkan, dikarenakan beberapa hal seperti pengejuan pencairannya tidak lengkap.

"Persoalannyakan sederhana saja dimana berkas pencairan yang diajukan RSUD EF ke BPJS tidak lengkap, seperti pengisian rekam medik, jadi ke depan kita harus lebih teliti lagi," kata Didi.

Dia juga mengungkapkan persoalan selanjutnya ada beberapa uang jasa dokter yang menangani pasien umum tidak dibayarkan. "Nanti ini akan dilihat dulu, jadi ke depan kita akan bekerjasana dengan pihak BPKP untuk melakukan audit keunagan perdua bulan, agar lebih mudah mengontrolnya,"kata Didi.

Dalam kesempatan tersebut Didi juga mengatakan ke depan keuangan RSUD EF akan dilakukan transparan. "Jadi setiap bulan data keuangan akan kita tunjukkan dan kita buka untuk diketahui umum, berapa pemasukan dan berapa pengeluaran,"katanya.

Dia juga mengatakan ke depan sistem keuangan tidak ada lagi yang ditutup-tutupi. "Ini rumah sakit pemerintah jadi keuangannya juga harus transparan masyarakat bisa mengetahui berapa keuntungan dan kerugaian,"kata Didi. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved