TribunBatam/

Bea Cukai Pinang Tahan Dua Kontainer Mikol Ilegal di Kijang, Siapa Pemiliknya Bea Cukai Bungkam!

Bea Cukai Pinang Tahan Dua Kontainer Mikol Ilegal di Kijang, Siapa Pemiliknya Bea Cukai Bungkam!

Bea Cukai Pinang Tahan Dua Kontainer Mikol Ilegal di Kijang, Siapa Pemiliknya Bea Cukai Bungkam!
KOMPAS
Ilustrasi. Ditpolair Baharkam Polri menggagalkan penyelundupan 6.900 botol miras ilegal dan 58 pak cerutu dari Malaysia dan Singapura melalui Pelabuhan Kijang, Kepulauan Riau 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Jajaran kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang

dikabarkan telah mengamankan dua kontainer bermuatan minuman beralkohol ilegal di Pelabuhan Sei Kolak, Sribayntan Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

Baca: Terobos Singapura Lewat Pipa Perbatasan, Pria Asal Indonesia Ini Gegerkan Singapura. Dari Batam?

Baca: Heboh! Selingkuh Dengan Brondong, Ibu Muda Cantik Ini Hanya Handukan Saat Digerebek Suami!

Baca: Heboh! Pria Indonesia Ini Nyamar Jadi Suporter Malaysia, Dia Temukan Hal Mengejutkan Ini

Baca: Inilah 5 Perbedaan Bercinta Dengan Pria Yang Disunat dan Tidak Disunat, Nomor 4 Mengejutkan!

Informasi yang dihimpun Tribun, dua kontainer tak bertuan itu akan dikirimkan ke pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta melalui pelabuhan Kijang. Barang sebelum hendak dikirim parkir dulu di pelabuhan dan kena tahan petugas.

Mikol disebut ilegal karena diduga kuat masuk dari luar yang tanpa disertai surat kepabeanan. Karena itu tak heran jadi target bidikan Bea Cukai Tanjungpinang untuk ditindak tegas.

Mikol ilegal sendiri diamankan sejak Jumat, 25 Agustus 2017 atau tepatnya lima hari yang lalu.

Kepala KPPBC Tanjungpinang Duki Rusnadi dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait hal itu langsung membenarkan.

"Berkaitan dengan pengamanan dua kontainer berisi miras memang benar,"kata Duki Rusnadi, Selasa (28/8/2017).

Namun ditanya siapa pemilik mikol ilegal dalam dua kontainer tersebut, Duki mengatakan sejauh ini belum bisa disebutkan sebab untuk tahap itu masih dalam pengembangan.

"Belum diketahui pelaku utamanya, kami pasti akan kami kabari perkembangannya,"kata Duki.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help