MOTION

Di Tanjungpinang, Pegiat Literasi Dirikan Perpustakaan Jalanan untuk Tujuan Mulia Ini

Karena bergerak di sekitaran Tanjungpinang maka Kota Gurindam ini pun dinisbatkan menjadi pusat Perpus Jalanan Tanjungpinang

Di Tanjungpinang, Pegiat Literasi Dirikan Perpustakaan Jalanan untuk Tujuan Mulia Ini
INSTAGRAM/@PERPUSJALANANTANJUNGPINANG
Perpus Jalanan yang didirikan pegiatan literasi Tanjungpinang 

"Karena kita lihat, di era digital, buku mulai banyak dilupakan. Mereka lebih senang bermain game dengan gawainya, buka Medsos. Komen-komen dan posting status, tapi malas membaca," katanya.

Selain itu, dia juga berharap ke depan di setiap Ruang Terbuka Publik (RTP) ada fasilitas membaca buku seperti Perpus Jalanan tersebut.

Sehingga masyarakat mudah mendapatkan akses buku untuk menambah pengetahuan, bahkan saat santai di RTP sekalipun.

"Saya berharap Perpus Jalanan Kota Tanjungpinang tersebut semakin besar dan ramai dikunjungi masyarakat untuk membaca," kata Agus, anggota lainnya. (iwn)

Perpustakaan jalanan yang dibangun pegiat literasi Tanjungpinang
Perpustakaan jalanan yang dibangun pegiat literasi Tanjungpinang (TRIBUNBATAM)

Rutin Gelar Diskusi Ilmiah

Selain membuat program Perpus Jalanan Tanjungpinang, Komunitas Pegiat Literasi ini juga menjadi wadah memperdalam ilmu. Secara rutin para anggota membuat kajian dan diskusi ilmiah.

Diskusi ilmiah dilaksanakan berkala. Narasumbernya bergiliran. Sebelum menjadi narasumber, anggota harus terlebih dulu menamatkan membaca sejumlah buku sesuai dengan tema diskusi yang diangkat.

"Ini bertujuan menambah wawasan anggota. Juga melatih mental untuk bisa berargumen dan berpendapat,"kata Saputra, satu di antara inisiator Komunitas Pegiat Literasi.

Sementara itu, Robito, inisiator lainnya menjelaskan, diskusi dilakukan untuk menambah ilmu pengetahuan. Sehingga ilmu yang didapat memiliki sumber yang jelas yakni buku.

"Jadi anggota tidak hanya membuka dan mengajak orang untuk membaca. Tapi kita juga sebagai pegiat literasi harus rajin membaca dan berdiskusi agar wawasan semakin luas," katanya.

Sementara itu, Ratna Dewiyana, satu di antara belasan anggota Komunitas Pegiat Literasi mengaku senang bergabung di komunitas ini.

Wanita kelahiran Tanjungpinang 5 Agustus 1995 ini, mulai bergabung sejak April 2017 lalu.

"Saya bergabung karena ingin berkontribusi dalam gerakan muliah yakni mengedukasi masyarakat agar gemar membaca,"kata gadis yang tinggal di Lembah Purnana ini.

Mahasiswa semester 7 Jurusan Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) tersebut senang melihat anak-anak antusias ikut membaca buku-buku dari Perpustakaan Jalanan. (iwn)

Penulis: M Ikhwan
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help