Keren! Imigran Sudan Jadi Panitia Kurban di Masjid Raya Batam, Ini Aktivitasnya!

Keren! Imigran Sudan Jadi Panitia Kurban di Masjid Raya Batam, Ini Aktivitasnya!

Keren! Imigran Sudan Jadi Panitia Kurban di Masjid Raya Batam, Ini Aktivitasnya!
TRIBUNBATAM/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Ilustrasi. Warga desa yang berjibaku ?memindahkan sapi untuk kurban ke kapal pompong di Tanjung Momong Desa Tarempa Timur Kecamatan Siantan Selasa (29/8/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Pencari suaka asal Sudan di Batam ikut bergembira pada perayaan Hari Idul Adha 1438 Hijriah, Jumat (1/9/2017). Kegembiraan itu mereka salurkan dengan menjadi panitia kurban di Masjid Raya Batam.

Baca: Kisah Sopir Taksi Online Batam: Kucing-kucingan hingga Mendadak Jadi Montir Ban Serep Pelanggan!

Baca: Dua Sapi Limosin Bikin Heboh Acara Kurban di Masjid Raya Batam, Begini Kejadiannya!

Baca: Terungkap! Inilah 10 Harta Karun Kim Jong Un! Ponsel Misterius Ini Paling Mengejutkan!

Pantauan Tribun, mereka bisa dibilang panitia inti. Lantaran setiap kali prosesi penyembelihan sapi, mereka yang berjumlah delapan orang itu turun tangan. Ada empat sampai lima ekor sapi yang disembelih Jumat.

Tugas mereka sendiri, ada yang memegang dan menjaga tali pengikat sapi sesaat akan disembelih. Termasuk juga saat sapi limosin milik Kepala BP Batam dan sapi jumbo Bali dari Pemerintah Provinsi Kepri berontak,

mereka ikut mengejar dan menenangkan sapi tersebut. Setelah disembelih, mereka juga yang mengulitinya. Ada kartu bertuliskan panitia kurban di kalungan leher mereka.

Ya, bukan tahun ini saja para pencari suaka itu melibatkan diri ikut membantu prosesi penyembelihan hewan kurban di Masjid Raya Batam. Tahun sebelumnya, tepatnya pada perayaan Hari Idul Adha 2016 lalu, Yahya, dan kawan-kawan juga ikut membantu panitia kurban di Masjid Raya Batam dalam penyembelihan sapi.

Saat itu Yahya, dan kawan-kawannya dari Sudan, termasuk pencari suaka dari negara lainnya, masih tinggal di Taman Aspirasi Batam di Batam Center. Kini sebagian dari mereka tinggal di Hotel Kolekta di Lubuk Baja, sebagian lagi di Rudenim di Tanjungpinang.

"Muslim di Indonesia ini keluarga. Kami bermasyarakat," kata Yahya menjawab alasan keikutsertaan dia, dkk sebagai panitia kurban di Masjid Raya Batam.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help