Kisah Sopir Taksi Online Batam: Kucing-kucingan hingga Mendadak Jadi Montir Ban Serep Pelanggan!

Kisah Sopir Taksi Online Batam: Kucing-kucingan hingga Mendadak Jadi Montir Ban Serep Pelanggan!

Kisah Sopir Taksi Online Batam: Kucing-kucingan hingga Mendadak Jadi Montir Ban Serep Pelanggan!
tribunbatam/eko setiawaan
Ilustrasi. Suasana sopir taksi online saat aksi di Dishub Batam 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Taksi Online di kota Batam kini sudah menjadi pilihan alternatif bagi warga Batam.

Walaupun keberadaannya penuh pro dan kontra, namun sejauh ini banyak yang mengaku senang dengan adanya taksi online ini.

Baca: Dua Sapi Limosin Bikin Heboh Acara Kurban di Masjid Raya Batam, Begini Kejadiannya!

Baca: Terungkap! Inilah Rahasia Korut Tak Gentar Digertak Perang Amerika: Pasukannya Menakutkan!

Baca: Terungkap! Inilah 10 Harta Karun Kim Jong Un! Ponsel Misterius Ini Paling Mengejutkan!

Agus salah satu sopir taksi online bercerita, banyak pengalaman tidak terduga yang ia rasakan semenjak bergabung dengan taksi online ini.

Tentunya menjadi supir taksi online penuh risiko dan tantangan sendiri. Namun untuk dapur tetap mengepul ia terus menjalankan pekerjaan terseut.

Pernah suatu hari, ketika ia tengah menunggu pelanggan sambil mengecek aplikasi. Tiba-tiba ada seseorang perempuan yang menggunakan jasanya melalui apli kasi online ini.

"Seperti biasa kita telepon dan menanyakan posisi dimana dia akan dijemput. Setelah mendapatkan lokasi, saya langsung kesana," sebut, Jumat (1/9/2017) siang.

Sesampai di lokasi, Agus merasa heran, pasalnya wanita yang memesan jasanya tersebut‎ juga mempunyai mobil.

"Malahan mobilnya bagus dari pada punya saya. Ketika saya tanya menurut pelanggan ini dia memesan karena mau minta tolong untuk menukar ban, karena ban mobil nya kempes dan bocor," cerita Agus.

Ia juga menceritakan kisah temannya yang sesama pengemudi taksi online. Ceritanya hampir sama seperti yang di alami oleh Agus. Menurut Agus ketika itu, mobil pelanggan yang memesan itu mogok di tengah jalan.

"Dia pesan untuk menderek mobilnya ke bengkel. ‎Dia mau bayar ongkos dan bayar derek," terangnya lagi.

Ia berharap, pemerintah bisa segera menyelesaikan permasalahan angkutan umum ini. Sebab banyak masyarakat yang merasa terbantu.

"Seperti sekarang ini, pemerintah tidak bisa menyediakan lapangan pekerjaan, dengan kita mandiri seperti ini, setidaknya pemeintah bisa juga terbantu," tegasnya.(*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help