TANJUNGPINANG TERKINI

Pak RT, Pak Lurah, Pak Bupati, Tolonglah, Tiap Hari Kami Hirup Udara Kotor. Kasihan Anak-anak Kami

Man Rawi, satu dari warga RT 07/RW 02 mengeluhkan asap tebal yang keluar dari cerobong pabrik dan terbang ke permukiman mereka

Pak RT, Pak Lurah, Pak Bupati, Tolonglah, Tiap Hari Kami Hirup Udara Kotor. Kasihan Anak-anak Kami
picdn
ilustrasi asap pabrik 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Polusi udara sisa pabrik aspal di wilayah desa Toapaya Selatan Kabupaten Bintan begitu meresahkan warga sekitar selama ini.

Man Rawi, satu dari warga RT 07/RW 02 mengeluhkan asap tebal yang keluar dari cerobong pabrik dan terbang ke permukiman mereka.

Asap sisa pabrik itu sungguh mengganggu kenyamanan pernafasan warga setempat.

"Setiap hari kami selalu menghirup udara kotor dari pabrik. Kasihan anak-anak kami," kata Man kepada Tribun, Jumat (1/9/2017) pagi.

Baca: Kisah Sopir Taksi Online Batam: Kucing-kucingan hingga Mendadak Jadi Montir Ban Serep Pelanggan!

Baca: Dua Sapi Limosin Bikin Heboh Acara Kurban di Masjid Raya Batam, Begini Kejadiannya!

Warga RT 07/RW 02 Toapaya Selatan yang mengalami langsung dampak polusi udara dari pabrik ini berjumlah 17 kepala keluarga.

Ia mengatakan, sekitar ratusan warga mulai mengalami gangguan pernafasan alias ispa.

"Pak RT, Pak RW, Pak Lurah, Pak Camat dan Pak Bupati, kami warga RT 07 yang berdomisili di sekitaran pabrik aspal akhir-akhir ini selalu menghirup udara kotor dari pabrik aspal. Tolong dengar keluhan kami," kata Man.

Keluhan demikian sudah disampaikan warga yang terpapar asap tebal tersebut berulang kali, namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan dari aparatur pemerintahan.

"Kami minta tolong kami. Bau aspal sangat menyengat. Anak-anak kami sudah ada yang terkena ispa," keluh Man mewakili warga lainnya. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help