TribunBatam/

Polres Tanjungpinang Tuntaskan Berkas Dugaan Korupsi Stikom IGA dan Pungli di BPN

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro menegaskan bahwa perkara korupsi Stikom IGA dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.

Polres Tanjungpinang Tuntaskan Berkas Dugaan Korupsi Stikom IGA dan Pungli di BPN
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Polres Tanjungpinang akhirnya menuntaskan berkas penyidikan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di  Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi  International Gurindam Archipelago (Stikom IGA) Tanjungpinang.

Tersangka bernama Mecca Rahmady saat ini sudah mendekam di sel tahanan Polres Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro menegaskan bahwa perkara korupsi Stikom IGA dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.

Korupsi yang dilakukan Mecca adalah penggunaan danah hibah pendidikan dari Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud kepada Stikom IGA Tanjungpinang.

Dana hibah sebesar Rp 5 miliar dari APBN 2013 ini merupakan pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Hanya saja, dana tersebut masuk ke rekening pribadi dan tidak digunakan sesuai dengan proposal yang diajukan.

Meskipun ada sejumlah barang kebutuhan Stikom IGA dibeli, namun dari hasil penyelidikan polisi tidak sesuai dengan spesifikasi yang diajukan.

Hasil audit BPK, nilai kerugian negara dalam kasus ini sekitar Rp 700 juta.

Tak hanya tersangka Meca saja kata kapolres. Melainkan tersangka Yanuar, kepala seksi (Kasi) dibidang sertifikat dan pengukuran lahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanjungpinang yang juga berkasnya telah dinyatakan P21 oleh Kejari Tanjungpinang.

Kasus lainnya yang sudah dituntaskan Polres Tanjungpinang adalah dugaan pungli di kantor BPN Tanjungpinang dengan tersangka Yanuar.

Untuk selanjutnya, kejaksaan akan melimpahkan berkas korupsi itu ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang untuk proses persidangan.

"Tersangka segera kita limpahkan ke kejaksaan," kata Kapolres.

Sedangkan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungli  KSOP Tanjungpinang ‎dengan tiga tersangka petugas dan kepala pos Syahbandar Tanjungpinang, kata Ardiyanto, masih dalam proses.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help