TANJUNGPINANG TERKINI

Gas Melon di Tanjungpinang Langka? Warga Datangi Empat Pangkalan Semuanya Kosong

Warga Kota Tanjungpinang resah. Hal itu karena, sejumlah pangkalan tak memiliki stok gas elpiji tiga kg atau gas melon.

Gas Melon di Tanjungpinang Langka? Warga Datangi Empat Pangkalan Semuanya Kosong
tribunbatam/aminnudin
Ilustrasi gas elpiji tiga kilogram 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Warga Kota Tanjungpinang resah. Di saat ingin memasak daging kurban, gas elpiji ukuran tiga kilogram justru langka di hampir setiap pangkalan di Kota Tanjungpinang.

"Mau masak daging kurban bang, eh gas habis. Mau beli gas malah gak ada. Habis muter-muter tadi suruh bapaknya, alhamdulillah dapat juga akhirnya," kata Novi warga Batu Sembilan kepada Tribun.

Ami, warga Kijang Lama juga mengaku kesusahan mencari gas melon. Beberapa pangkalan yang dia datangi kosong. Sedangkan untuk membeli gas dengan ukuran lebih besar lagi, uang tidak mencukupi.

"Kita ni memang bisa pakai tiga kilo bang. Mau beli yang besar uangnya nggak cukup," katanya.

Baca: Anda Sedang Mencari Kerja? Cek Lowongan Berikut!

Baca: Cantiknya Kate Middleton saat Hadiri Peringatan 20 Tahun Meninggalnya sang Mertua

Baca: Kaget Dengar Anak-anak Teriak Kebakaran, Ternyata Dua Kamar Kos Ludes Terbakar

Senada disampaikan Novendra Warga Perumahan Bandara Asri yang mengaku sehari-hari menggunakan gas melon. Ia mengeluhkan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram. Pasalnya gas merupakan kebutuhan pokok untuk memasak.

"Empat pangkalan saya datangi di Batu 11, batu 10 dan Bintan Center. Semuanya kosong. Susah cari gas tiga kilo," katanya.

Menurutnya, tak mungkin pula ia harus memasak menggunakan kayu bakar. Selain tidak ada tempat, kayu bakar juga susah dicari.

"Hal-hal seperti ini seharusnya diantisipasi. Di saat warga banyak membutuhkan gas di momen Idul Adha, eh malah kosong," katanya.

Memang pantauan Tibun di beberapa pangkalan tak lagi menjual gas melon. Karena stok yang tersedia habis terjual, sementara menurut mereka, stok barang tidak masuk. Sebagai pemberitahuan, pedagang pun menempel tulisan gas tiga kilo habis di depan tempat berjualan. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam Edisi Cetak, Minggu 3 September 2017

Penulis: M Ikhwan
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved