Lakukan Kesalahan Saat Latihan Berbaris. Siswi SMP Ini Dihukum Tampar. Trauma, Tak Mau Sekolah

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan SMP PGRI, Asep Sulaeman, mengatakan bahwa kejadian tersebut tanpa sepengetahuannya

Lakukan Kesalahan Saat Latihan Berbaris. Siswi SMP Ini Dihukum Tampar. Trauma, Tak Mau Sekolah
kompas/jitetkoestana
ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Seorang siswi SMP PGRI Cipanas diduga mengalami kekerasan saat mengikuti latihan dasar kepemimpinan sekolah pada Sabtu (26/8/2017) pekan lalu.

Kekerasan diduga dilakukan pelajar lain atas instruksi seorang alumni saat siswa tersebut mengalami kesalahan saat baris berbaris.

NZ (13), pelajar kelas I yang baru masuk itu mengangguk saat ditanya apakah dirinya mengalami tamparan saat mengikuti kegiatan latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) tersebut.

Orangtua NZ, Maesaroh (52), mengatakan, anaknya tersebut sempat mengurung diri di kamar dan tak mau makan setelah pulang mengikuti LDKS.

Setelah ditelusuri dari beberapa anak tetangganya yang bersekolah di tempat yang sama, mereka juga mengindikasikan bahwa anaknya mengalami penamparan.

Baca: SPAM IKK di Teluk Bintan Ini Bagus, Tapi Belum Beroperasi. Janjinya Akhir 2016. Apa yang Terjadi?

Baca: Tak Akur Sejak 70 Tahun Lalu, Tujuh Fakta Korea Utara - AS Ini Bikin Keduanya Tetap Panas

Baca: Enam Fakta Mengerikan Biksu Ashin Wirathu Terkait Pembantaian Muslim Rohingya

"Saya bujuk-bujuk akhirnya mau makan juga, saya sempat panik karena dia sempat mengurung diri di dalam kamar," kata warga Desa Sukatani, Kecamatan Pacet ini saat melapor kepada pihak sekolah beberapa waktu lalu.

YS (16), alumni SMP PGRI yang diduga menginsruksikan kepada pelajar lain untuk melakukan kekerasan, mengaku khilaf.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved