Setelah Izin Diperketat, Stok Barang Impor Sering Kosong. Apa Kata Bea Cukai?

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan penertiban praktik impor berisiko tinggi masih meninggalkan PR bagi Bea Cukai. Lantas, apa solusinya?

Setelah Izin Diperketat, Stok Barang Impor Sering Kosong. Apa Kata Bea Cukai?
Tribun Batam/Argianto
Suasana pelabuhan peti kemas di pelabuhan Batuampar Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berupaya menciptakan iklim usaha yang sehat dengan menertibkan praktik impor berisiko tinggi.

Hal ini membuat sejumlah barang impor tidak bisa masuk ke Tanah Air yang imbasnya adalah kekosongan barang.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, penertiban ini memang membuat barang yang tidak memenuhi izin impor tidak bisa masuk.

“Bukan tertahan (di pelabuhan). Selama tidak penuhi izin, tentunya tidak bisa masuk karena kami sudah tertib,” katanya saat ditemui usai rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akhir pekan lalu.

Namun demikian, kini, pihaknya tengah menyiapkan kemudahan untuk pelaku usaha dalam melakukan kegiatan impor yang legal dan resmi. Kemudahan tersebut salah satunya adalah dalam hal perizinan impor.

“Kami bimbing dan beri kemudahan, yang penting mereka legal dan resmi. Tentu kami bantu dari sisi operasional pada saat mereka lakukan kegiatan impor.

(Baca: Banyak Varian Baru, Pesan DC Lapis Gulung Kini Tinggal WhatsApp dan Gratis Ongkir)

(Baca: MEMILUKAN. Sebelum Dibunuh, Indira Kameswari Masih Upload Foto Terakhir)

(Baca: Terkenal Kontroversial, Ini Dia 10 Fakta Kim Jong Un yang Tak Banyak Orang Tahu)

Kemudahan ini, menurut Heru, akan didetilkan secara teknis. Adapun relaksasi atau kemudahan ditujukan untuk komoditas prioritas yang dibutuhkan oleh industri kecil. Misalnya, sutra yang tidak diproduksi di dalam negeri akan diberi kemudahan oleh pemerintah supaya pengrajin batik di Pekalongan bisa memproduksi.

Halaman
12
Tags
izin
impor
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help