Tak Akur Sejak 70 Tahun Lalu, Tujuh Fakta Korea Utara - AS Ini Bikin Keduanya Tetap 'Panas'

Sejak berakhirnya Perang Korea, hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara kerap diwarnai ketegangan yang tinggi bahkan setelah 70 tahun berlalu.

Tak Akur Sejak 70 Tahun Lalu, Tujuh Fakta Korea Utara - AS Ini Bikin Keduanya Tetap 'Panas'
AP
Pasukan khusus bersenjata perlontar granat saat parade di Pyiongyang, Sabtu (15/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Sejak berakhirnya Perang Korea, hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara kerap diwarnai ketegangan yang tinggi.

Ketegangan-ketegangan tersebut, terjadi secara periodik, namun biasanya dalam waktu yang singkat.

Berikut ini adalah catatan dalam sejarah "hubungan panas" antara AS dan Korut. 

Terbelahnya Semenanjung Korea

Pada tahun 1945, pendudukan Jepang di Korea berakhir setelah kekalahan Negeri Matahari Terbit di Perang Dunia II.

Korea pun ikut terbagi  di antara rezim Kim Il-Sung yang didukung Soviet di Utara, dan wilayah Selatan yang dilindungi AS.

Pada bulan Juni 1950 Korut -yang kemudian dibantu oleh China, menyerang Korsel. Sebuah koalisi yang dipimpin AS mampu merebut kembali Seoul.

Pada bulan Juli 1953, tercapai sebuah gencatan senjata (bukan sebuah perjanjian damai penuh) ditandatangani kedua pihak. Washington pun memberlakukan sanksi terhadap Pyongyang.

Krisis kapal mata-mata Pueblo

Pada bulan Januari 1968, kapal perangan AS USS Pueblo, yang menjalankan tugas mata-mata ditangkap oleh Korut. Setelah sempat ditahan selama 11 bulan, sebanyak 83 awak kapalitu pun dilepas.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved