Empat Hari Kosong Pasokan, Warga Bintan Serbu Pangkalan Elpiji

Empat Hari Kosong Pasokan, Warga Bintan Serbu Pangkalan Elpiji. Begini Kondisinya!

Empat Hari Kosong Pasokan, Warga Bintan Serbu Pangkalan Elpiji
Ist
Ilustrasi. Warga mengantre gas elpiji di kawasan Tanjunguban 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Stok elpiji 3 kilogram di Bintan dipastikan sudah normal. Armada angkut elpiji dari SPBE sudah mendistribusikan ribuan tabung ke semua pangkalan sejak Senin (4/9/2017) sampai malam.

Baca: BREAKINGNEWS: Ratusan Warga Serbu SPBU Batu 6 Pinang, Bawa-bawa Tabung Elpiji!

Baca: BREAKINGNEWS: Anak di Batam Menelepon, Tetangga Temukan Sang Ibu Meninggal di Rumah!

Tak butuh lama, begitu tabung tabung diturunkan dari lori angkut di pangkalan, gas itu pun langsung ludes diambil pengguna yang sudah empat hari menanti.

"Sudah sejak kemarin masuk. Langsung ludes diambil pembeli,"kata Rut, pangkalan di Kijang, Selasa (5/9/2017).

Rut memprioritaskan langganan rumahan yang dekat usahanya. Bahkan tabung mereka sampai dititip di kiosnya agar langsung diambil begitu tabung gas dari penyalur masuk. "Selama tabung belum masuk, sms tak berhenti berdering, nanya kapan gas masuk,"ujar dia.

Kondisi sama juga terjadi di Kecamatan Toapaya. Armada penyalur satu per satu telah menurunkan tabung elpiji ke pangkalan pangkalan yang ada. Pasokan normal sediakala. Kondisi kembali stabil sediakala.

Kepala Diskoperindag Bintan Dian Nusa melalui PPNS Setia Kurniawan mengatakan, kelangkaan elpiji sejak haru raya Idul Adha kemarin disebabkan kegiatan distribusi terhenti karena libur.

"Jumat kan haru lebaran, lori angkut tabung gak ngirim. Hari Sabtu memang ada pengiriman, tapi Minggunya libur, tak ada lagi pengiriman, pasokan jadi berkurang,"kata dia.

Disperindag menyarankan, kedepan Pertamina buat persiapan dulu sebelum waktu libur atau cuti bersama tiba. Pastikan stoj elpiji sudah cukup sebelum libur tiba. Bagaimanapun, pasokan elpiji ke masyarakat tak boleh berkurang sebab menyangkut hajat hidup orang banyak. Sedikit saja tersendat, masyarakat bisa panik.

"Orang makan gak bisa ditunda, pak. Sekarang kalau bahan bakar untuk makan ditunda kan kacau balau jadinya,"kata Setia.

Kekosongan elpiji hari lalu memang bikin panik. Pasalnya masyarakat bingung mencari kemana keberadaan elpiji. Pangkalan di sekitar mereka kosong sehingga memaksa mereka sampai menempu perjalanan jauh untuk mendapatkan gas subsidi tersebut.

Dalam kondisi panik, berbagai dugaan seputar kelangkaan bermunculan. Ada yang menduga duga kelangkaan disengaja, ada yang menduga kelangkaan karena ada unsur permainan, bahkan sampai ada yang menduga kelangkaan gas adalah cara pemerintah mengalihakan konsumsi elpiji subsidi ke non subsidi.

"Itu efek panik, dan itu wajar karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makan. Dalam kondisi panik, orang membutuhkan jawaban,"kata Setia.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved