Heboh Elpiji Langka di Tanjungpinang, Polres Diam-diam Terjunkan Reserse. Ini Hasilnya!

Heboh Elpiji Langka di Tanjungpinang, Polres Diam-diam Terjunkan Reserse. Ini Hasilnya!

Heboh Elpiji Langka di Tanjungpinang, Polres Diam-diam Terjunkan Reserse. Ini Hasilnya!
tribunbatam/aminnudin
Ilustrasi gas elpiji 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-‎Dua titik Pangkalan Gas LPG 3 kilogram telah dilakukan pemantauan oleh tim reskrim Polres Tanjungpinang. Hal itu terkait kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di Tanjungpinang.

Baca: Terungkap! Inilah Alasan Wajib Kencing Dulu Sebelum dan Sesudah Bercinta Dengan Pasangan!

Baca: ‎Anda Daftar CPNS Kemenkumham, 4084 Lulus Berkas. Tanggal 11 September Ujian di SMK 1 Pinang!

Baca: BREAKINGNEWS: Ratusan Warga Serbu SPBU Batu 6 Pinang, Bawa-bawa Tabung Elpiji!

Namun dugaan sementara dari hasil tinjauan dan kajian dilapangan Polres Tanjungpinang menyatakan bahwa hal itu lantaran distribusi yang sempat tersendat saat hari libur Idu Adha.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno menuturkan bahwa libur sejak hari Jumat, sabtu dan Minggu saat Idul Adha membuat distribusi tersendat. Tentunya karena stok gas LPG dari agen resmi pertamina tidak didistribusikan.

"Jadi kemarin kan ada libur idul Adha beberapa hari. Sehingga distribusi dari agen resmi ke masyarakat tidak berjalan lancar karena semat tersendat pasokanya," ujar Dwihatmoko di Polres Tanjungpinang, Selasa (5/9/2017).

Lebih lanjut, pihaknya telah turun ke dua pangkalan Gas Rahmat jalan Ahmad Yani dan PT Mulya Bintan Sejahtera. Dari hasil penelusuran tim reskrim, diakui bahwa selama libur Idul Adha tidak di distribusikan karena pegawai yang juga ikut libur.

"Sementara hasil lidik karena agen tidak nyetok ke Gudang. Stok pasokan di gudang kosong. Tapi hari ini sudah lancar. Untuk dugaan penimbunan kita sejauh ini belum menemukan," ujarnya lagi.

Namun tak henti disitu saja, tim Reskrim juga menelusuri dugaan penimbunan maupun penyulingan gas di Tanjungpinang. Sejauh ini pihaknya juga belum melihat adanya aktifitas pelanggaran seperti itu.

"Tidak menutup kemungkinan ada. Kita tetap lakukan penyelidikan," tambahnya.

Pantauan di lapangan, tidak hanya di SPBU Batu Tujuh, di agen pangkalan SPBU Batu 3 juga nampak warga yang ngantri. Sejak pagi antrian sempat mengular. Baru sekitar pukul 11.00 WIB antrian warga sudah mulai berkurang.

Beberapa masyarakat menyebutkan tingkat penggunaan gas meningkat saat lebaran kurban ini. Rata-rata mereka mengaku menggunakan gas secara maksimal untuk memasak daging.

"Kemarin ngumpul keluarga karena libur. Jadi masaknya agak banyak. Udah gitu daging juga lumayan banyak kita masak," kata seorang warga.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved