BATAM TERKINI

Tenaga Ahli Kontruksi Bersertifikat Minim, Ini Tindakan Pemprov Kepri

Berdasarkan data yang ada, jumlah tenaga ahli kontruksi bersertifikat masih kurang, yakni hanya ada 1.500 tenaga ahli saja.

Tenaga Ahli Kontruksi Bersertifikat Minim, Ini Tindakan Pemprov Kepri
TRIBUNBATAM/EFENDI WARDOYO
Sebanyak 60 pekerja kontruksi dari berbagai lembaga swasta dan pemerintahan di Batam, mengikuti pelatihan sertifikasi tenaga kerja kontruksi, di Hotel Harmoni Nagoya. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sebanyak 60 pekerja kontruksi dari berbagai lembaga swasta dan pemerintahan di Batam, mengikuti pelatihan sertifikasi tenaga kerja kontruksi, di Hotel Harmoni Nagoya.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Assosiasi Tenaga Ahli Pemborong Indonesia (ATAPI) Kepri dan Tenaga Ahli Kontruksi (Takonas) Kepri bersama Dinas PU Provinsi Kepri dan LPJK Kepri.

Ketua DPD ATAPI Kepri, Rizky Chandra mengatakan bahwa 60 peserta tersebut, terdiri dari 30 peserta untuk klasifikasi keahlian Sumber Daya Air dan 30 peserta untuk kategori Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), ke-60 peserta akan mengikuti pelatihan dari tanggal 4 hingga 9 September mendatang. 

"Kali ini kita melakukan pelatihan sertifikasi untuk dua bidang, yakni bidang sumber daya air dan K3," ungkap pria yang akrap disapa Rizky ini. 

Pelatihan tersebut, lanjutnya, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jasa kontruksi di Provinsi Kepri.

(Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Pasutri di Bengkong Garama)

(Baca: BREAKINGNEWS. Dua Pengendara Motor Terlindas Truk, Jalan Bengkong Garama Macet Total)

(Baca: Ternyata AM Kerap Rekam Pertengkaran dengan Indria Kameswari. Isinya Bikin Miris)

Sebab menurutnya dari data yang ada jumlah tenaga ahli kontruksi bersertifikat masih kurang, yakni hanya ada 1.500 tenaga ahli untuk klasifikasi ahli muda dan ahli madya.

"Secara jumlah kita masih kurang, karenanya kami road show melakukan pelatihan sertifikasi kontruksi di Kepri," terangnya di acara yang dibuka oleh Asisten Daerah Kepri, Syamsul Bahrum Phd mewakili Gubernur Kepri.

Dalam sambutannya, Syamsul Bahrum mengatakan bahwa sektor kontruksi pertumbuhannya cukup tinggi, yakni antara 5-7 persen, karenanya pelaksanaan pelatihan sertifikasi kontruksi sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan jasa kontruksi di Kepri.

"Kita sangat mendukung, apalagi hancur tidaknya suatu negara diukur oleh kontruksinya," ungkapnya. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi Cetak, Rabu 6 September 2017

Penulis:
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved