BREAKINGNEWS: BPOM Batam Gerebek Gudang Kosmetik di Tanjungunggat, Seorang Kabur!

BPOM Batam Gerebek Gudang Kosmetik di Tanjungunggat, Seorang Kabur! Begini Kejadiannya!

BREAKINGNEWS: BPOM Batam Gerebek Gudang Kosmetik di Tanjungunggat, Seorang Kabur!
tribunbatam/wahib waffa
Petugas sedang melakukan pengecekan kosmetik illegal‎ di rumah plantar di Tanjungunggat yang dijadikan gudang kosmetik illegal 

B‎ATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Balai POM Batam grebeg gudang penyimpanan kosmetik di kelurahan Tanjungunggat Tanjungpinang. Ratusan jenis kosmetik yang dikemas dalam gardus. Berbagai jenis kosmetik buatan Taiwan, Cina dan Tailand dilakukan penyitaan.

Saat penggrebegan, seorang diduga pemilik kabur dari belakang rumah plantar. Terpaksa petugas BPOM dibackup Kodim 0315 Bintan dan Satpol PP Kepri. ‎ Sejumlah petugas langsung membuka kamar-kamar rumah yang diduga pemiliknya bernama Limpol.

"Kita sudah investigasi kegiatan mereka ini selama 3 bulan terakhir. Tim kita dapat banyak informasi dari masyarakat adanya kegiatan keluar masuk barang kosmetik. Kita langsung razia sore ini," kata Alex Sander kepala BPOM Batam wilayah Kepri ditemui di lokasi, Rabu (6/9/2017) sore.

Dari hasil pengrebegan ini, ditemukan aneka jenis kosmetik dan sabun badan. Pengecekan yang dilakukan oleh tim BPOM itu menujukan kemasan tidak memiliki izin edar. Selain itu juga tidak ada panduan menggunakan bahasa indonesia.

"Jadi barang ini setelah dicek berasal dari Taiwan, Cina dan Tailand. kandungan kosmetik ini akan kita uji laboratorium. Tapi kita lihat ini berbahaya karena tidak ada izin edar. Bahan kosmetik ini juga mengandung merkuri yang berbahaya untuk kesehatan," ungkapnya.

‎Kosmetik yang diamankan itu kata Alex berbahaya bagi kesehatan kulit. Pemakai dapat berakibat fatal jika secara terus menerus menggunakannya. "Dapat membuat kulit terkena kanker. Ini sangat berbahaya seperti pemutih kulit dan sabun ini," katanya lagi.

Hingga kini pihaknya belum bisa bertemu dengan pemilik gudang tanpa izin itu. Setelah dilakukan pengecekan dan pendataan jenis barang, tim menuju ke toko tempatnya pemilik barang-barang tersebut di kelurahan Kamboja kecamatan Tanjungpinang Barat.‎ Ditoko Elise milik pelaku menjual peralatan dan berbagai macam kosmetik langsung ditutupnya oleh karyawan.

"Bos di Singapura. Tidak lagi disini," ujar seorang karyawan toko.

Alex pun kemudian mengintrograsi singkat dengan para karyawan. Pihaknya pun sempat masuk dan menemukan sejumlah barang-barang kosmetik illegal. "Yaudah nanti saya kasih surat pemanggilan untuk kemudian kita periksa di Batam. Untuk kami BAP dulu," kata Alex kepada seorang kryawan toko penjualan kosmetik illegal.

Hingga berita ini dikirim, BPOM masih melakukan penghitungan barang-barang di lokasi gudang Tanjungunggat. Berbagai jenis bubuk, krim dan sabun kosmetik ini diperkirakan mencapai ratusan jenis dan berat mencapai ratusan kilogram barang. Barang-barang tersebut pun rencananya dibawa ke Batam.

‎"Secara ekonomi mereka merugikan negara karena tak ada pajak. Pemilik barang ini kita sangka dengan Pasal 197 no 36 tahun 2009 tentang kesehatan‎ dengan ancaman 15 tahun," tutupnya.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved