TribunBatam/

HATI-HATI! Ini Penjelasan BI, Kenapa Kartu ATM Tidak Boleh Digesek Dua Kali oleh Kasir

Penggesekan kartu dua kali tersebut tidak sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Bank Indonesia karena berpotensi data di kartu akan disadap.

HATI-HATI! Ini Penjelasan BI, Kenapa Kartu ATM Tidak Boleh Digesek Dua Kali oleh Kasir
net
Mesin EDC. ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat Anda berbelanja di sebuah toko atau merchant dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debit, pernahkah kasir menggesek kartu Anda dua kali?

Penggesekan tersebut dilakukan kasir di  mesin EDC dan kemudian di mesin lain, seperti mesih hitung yang ada pada kasir.

Jika itu terjadi, Anda harus menolak dan kalau perlu melaporkan kepada bank penerbit kartu atau Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan.

Penggesekan kartu dua kali tersebut tidak sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Bank Indonesia karena berpotensi data di kartu akan disadap.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menjelaskan, pemegang kartu cukup melakukan pembayaran melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) saja, baik menggunakan sistem pin ataupun gesek dan menandatangi struk.

"Aturan dari Bank Indonesia itu jelas bahwa pemegang kartu debet atau kartu kredit itu cukup melakukan pembayaran dengan melakukan gesekan atau memasukkan PIN di Electronic data Capture (EDC)," ungkap Agus saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2017).

BI menekankan, kasir tidak boleh menggesek kartu lagi untuk alasan apapun dengan mesin lain setelah pembayaran selesai.

"Nah, dia tidak boleh untuk dua kali untuk alasan apapun di mesinnya kasir atau di sistem yang lain," tutur Agus.

Agus Marto menjelaskan, jika digesek dua kali dengan mesin yang berbeda ada kemungkinan pihak merchant mengambil data secara diam-diam.

"Kalau digesek di mesin kasir, mungkin niatnya baik. Tetapi itu membuka peluang pihak lain bisa mengambil profile dan informasi terkait dengan pemegang kartu," tambah Agus.

Karena itu, kata Agus Marto, jika menemukan kasir yang meminta kartu digesek dua kali selain mesin EDC, diminta segera melaporkan ke bank yang menerbitkan kartu atau OJK.

Bahkan BI pun juga siap menerima laporan masyarakat mengenai hal tersebut.

"Kalau masih ada yang meneruskan itu segera laporkan. Pertama kepada aquiring bank yang bekerjasama dengan pedagang atau merchant merchant itu.  Yang kedua kalau perlu lapor ke Bank Indonesia supaya nanti ditindak oleh Bank Indonesia," ungkap Agus.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help