TribunBatam/

Operasi Tangkap Tangan KPK

DUH! Hakim Tipikor Bengkulu Korup Lagi! Sudah Tiga Kali KPK Operasi Tangkap Tangan di Provinsi Itu

Provinsi Bengkulu kembali dihebohkan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

DUH! Hakim Tipikor Bengkulu Korup Lagi! Sudah Tiga Kali KPK Operasi Tangkap Tangan di Provinsi Itu
Tribunnews/Herudin
Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu, Dewi Suryana, tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (7/9/2017). Suryana adalah hakim Tipikor Bengkulu yang ditangkap KPK karena diduga menerima suap terkait penanganan perkara. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Provinsi Bengkulu kembali dihebohkan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penangkapan dilakukan terhadap hakim tindak pidana korupsi Dewi Suryana dan beberapa pihak lainnya.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut ini kali ketiga Provinsi Bengkulu terjerat OTT komisi antirasuah tersebut.

Sebelumnya KPK menetapkan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya Lily Maddari terkait proyek jalan.

Baca: KPK Tangkap Tangan Hakim, dan Panitera di Bengkulu. Dugaan Kasus Suap

Kasus penangkapan hakim di Bengkulu juga pernah terjadi pada 23 Mei 2016 lalu.

KPK menangkap Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang Bengkulu sekaligus hakim tindak pidana korupsi Janner Purba dan hakim ad hoc Pengadilan Negeri Bengkulu Toton.

"Untuk Bengkulu ini operasi tangkap tangan ketiga. Kita prihatin dengan apa yang terjadi di sana karena ada indikasi tindak pidana korupsi. Tetapi sebagai penegak hukum itu harus kita lakukan," jelasnya di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/9/2017).

Febri mengatakan para pihak yang diamankan KPK telah tiba di Jakarta pada Kamis sore untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Febri menjelaskan bahwa OTT itu dilakukan terkait adanya aduan mengenai suap pemberian hadiah kepada hakim dalam penangan kasus tipikor.

"Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui perkara apa yang terkait dengan pemberian hadiah itu, pemberian keberapa, lalu apakah ada permintaan atau komunikasi dengan pihak lain. Nanti akan kami adakan konferensi pers," tegasnya.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help