‎Heboh Penggerebekan Kosmetik Ilegal Tanjungpinang, BPOM Pastikan Kosmetik Mengandung Merkuri!

‎Heboh Penggerebekan Kosmetik Ilegal Tanjungpinang, BPOM Pastikan Kosmetik Mengandung Merkuri!

‎Heboh Penggerebekan Kosmetik Ilegal Tanjungpinang, BPOM Pastikan Kosmetik Mengandung Merkuri!
tribunbatam/wahib waffa
Petugas sedang melakukan pengecekan kosmetik ilegal di rumah plantar di Tanjungunggat yang dijadikan gudang kosmetik ilegal 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-BPOM Batam memastikan ada unsur pidana peredaran kosmetik illegal yang diamankan di rumah yang dijadikan gudang, di kelurahan Tanjungunggat, Tanjungpinang milik pengusaha bernama Wisley.

Baca: BREAKINGNEWS: BPOM Batam Gerebek Gudang Kosmetik di Tanjungunggat, Seorang Kabur!

Baca: Heboh! Rentenir Paling Takut Masuk Desa Ini, Begini Rahasianya! Mau Coba di Sini?

Baca: Heboh! Sibak Rok hingga Dalemannya Terlihat, Ayu Ting Ting Sengaja Lakukan di Depan Penonton?

Pihaknya memastikan ada unsur pidana pelanggaran atas kepemilikan sajumlah barang illegal itu. Diketahui barang tersebut tidak memiliki izin edar atau barang kosmetik selundupan asal Tailand, Cina dan Vietnam.

"Jelas ada unsur pidananya. Maka segera kita proses dengan memberikan panggilan pemeriksaan terhadap terduga pemilik dan para saksi yang berjumlah 5 orang," ujar Kepala BPOM Batam wilayah Kepri Alex Sander dikonfirmasi Tribun Batam, Jumat (8/9/2017).

Pemanggilan sudah dilayangkan kepada pemilik dan lima orang saksi karyawan yang bekerja di toko tempat dijualnya kosmetik tersebut dan juga karyawan yang biasa mengantarkan barang-barang untuk didistribusikan ke para penjual.

"Hari selasa kita agendakan pemeriksaan. Kita sudah panggil mereka langsung kemarin," tambahnya.

Pemanggilan itu ditujukan bagi mereka untuk menjalani pemeriksaan di kantor BPOM Batam di Nongsa Kota Batam. Dugaan sementara pemilik dikenakan pasal 197 Nomor 36 tahun 2009‎ tentang undang-undang kesehatan.

‎Pasal tersebut mengatur untuk orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Pihaknya mengakui ada kandungan Mercury atau zat berbahaya yang dapat merusak kulit dan berdampak pada kanker kulit. Ditanya apakah ada obat semacam pil atau kapsul sebagai obat kecantikan, ia mengaku setelah hasil pemeriksaan beberapa waktu lalu tidak ditemukan barang tersebut.

Beberapa warga setempat mengaku tidak mengetahui aktifitas apa yang dilakukan di rumah yang dijadikan gudang itu. "Saya tak tahu. Hanya sering liat keluar rumah barang-barang pakai motor," tambahnya.

Sebelumnya kasus ini bermula dari penggrebegan dan razia serentak yang dilakukan oleh BPOM secara nasional pada Rabu (6/9/2017). Di Tanjungpinang BPOM mengamankan dua peredaran kosmetik dan makanan minuman. Sebelumnya di Batam juga dilakukan razia kosmetik illegal. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved