TribunBatam/

Kisah Getir Muslim Rohingya di Cox Bazar: Kami Disuruh Masuk Rumah, Kemudian Dilempar Bom

Reuni keluarga itu memang pantas dirayakan dengan penuh perasaan karena di antara keluarga mereka, hanya Rohima dan Hasan yang selamat.

Kisah Getir Muslim Rohingya di Cox Bazar: Kami Disuruh Masuk Rumah, Kemudian Dilempar Bom
BBC
Nabi Hasan dan kakaknya Rohima Khatun berpelukan di pantai Cox Bazar, Bangladesh. Keluarga mereka tewas di Rakhine. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM -  Sejak dua pekan lalu, perkampungan muslim Rohingya di Distrik Maungdau, Rakhine, Myanmar, diserbu oleh militer Myanmar.

Tanpa ampun, mereka menembaki orang, membakar rumah pemukiman miskin di distrik tersebut sehingga menimbulkan reaksi internasional.

Warga pun kocar-kacir dan melarikan diri sejauh-jauhnya dari kemarahan tentara yang balas dendam setelah penyerangan 30 pos militer dan menewaskan 9 polisi.

Korban berjatuhan. Menurut PBB, jumlahnya diperkirakan mencapai 1.000 orang, baik muslim Rohingya, pasukan Myanmar atau pasukan lokal Rakhine serta warga sipil Rakhine lainnya.

Baca: Beratnya Perjalanan Muslim Rohingya Menggapai Pantai Bangladesh

Baca: Sudah 270 Ribu Muslim Rohingya Menyeberang ke Bangladesh Hindari Pembunuhan Massal

Puluhan ribu, bahkan juru bicara UNHCR di Bangladesh Vivian Tan memperkirakan, jumlah gelombang pengungsi muslim Rohingya mencapai 260 ribu.

Sejak serangan besar-besaran itu, tak ada cara lain bagi muslim Rohingya kecuali menggapai Bangladesh.

Ada yang menyusuri hutan belasan kilometer, namun terbanyak menggunakan perahu, melintasi Sungai Naf.

Namun, tiga hari terakhir, jalur itu ditutup oleh pemerintah Bangladesh setelah ada kapal pengungsi yang tenggelam.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help