TribunBatam/

VIDEO. Bawa Ribuan Barang Bekas dari Singapura, Polair Tangkap Kapal Besar di Nongsa

Barang yang dibawa KLM Raja Persada tersebut berupa, kasur, meja, kursi, karpet, tempat tidur, lemari, dan pakaian seken yang siap dijual.

VIDEO. Bawa Ribuan Barang Bekas dari Singapura, Polair Tangkap Kapal Besar di Nongsa
Ekspose penangkapan kapal KLM Raja Persada yang ditangkap Polair Polda Kepri saat membawa ribuan jenis barang bekas dari Singapura, Senin (11/9/2017). 

BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepulauan Riau, Inspektur Jenderal (Irjen) Sam Budigustian menggelar ekspor penangkapan kapal KLM Raja Persada, di Mako Polair Polda Kepri, Sekupang, Batam, Senin (11/9/2017).

Kapolda mengatakan, kapal KLM Raja Persada membawa ribuan barang bekas dari Jurong Port Singapura ke Batam.

Barang yang dibawa KLM Raja Persada tersebut berupa, kasur, meja, kursi, karpet, tempat tidur, lemari, dan pakaian seken yang siap dijual.

 Penangkapan dilakukan Jumat (8/9/2017) di perairan Batubesar, Nongsa, saat kapal membawa barang bekas itu sedang melewati perairan tersebut.

"Kapal KLM Raja Persada ini ditangkap setelah mendapatkan loporan dari warga. Japal yang dikemudikan oleh kapten H bin J langsung ditangkap oleh kapal patroli Polair Polda Kepri. Setelah diperiksa, ditemukan ribuan barang bekas di atas kapal," ujar Sam

Selain membawa barang bekas secara ilegal, kapten kapal juga tidak bisa menunjukkan dokumen perlengkapan Pabean yang dinakhodai oleh 10 orang anak buah kapal (ABK).

"Kapal ini sempat bersembunyi di laut untuk menghindari kapal patroli Polair Kepri. Namun mereka tertangkap karena kapalnya lumayan besar dan muatannya cukup banyak," ujar Sam.

Untuk saat ini, barang bukti kapal ditahan di Mako Polair Kepri Sekupang, Kapten kapal dan ABK juga ditahan di Mako Polair. 

Sam menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai (BC) Batam, untuk melakukan penyelidikan lebih dalam.

"Pemilik kapal masih kita selidiki, Pelaku J ini hanya kapten kapal dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka dikenakan pasal 102 nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. Dengan ancaman kurungan 8 tahun penjara dan denda Rp 500 juta," ujarnya 

Pelaku H sendiri mengaku baru pertama kali melakukan perbuatannya. Sebelumnya ia bekerja sebagai buruh bangunan.

"Saya baru pertama sekali mengantar barang ini dan di bayar Rp 500 ribu untuk mengantar barang ke Batam," tutupnya. 

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help