Rumah Hancur di Kampung Bulang, Dugaan Polisi Ini Pemicu Ledakan Elpiji

Rumah Hancur di Kampung Bulang, Dugaan Polisi Ini Pemicu Ledakan Elpiji

Rumah Hancur di Kampung Bulang, Dugaan Polisi Ini Pemicu Ledakan Elpiji
TribunBatam/Wahib Waffa
Kondisi kedua rumah korban ledakan gas elpiji, Selasa (12/9/2017). Terlihat atap rumah dewi dan Sugi runtuh 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-‎Tekanan gas elpiji 12 kilo yang bocor dapat menjadi daya ledak tinggi. Seperti yang terjadi di rumah Dewi yang mengalami ledakan gas.

Baca: Diduga Akibat Ledakan Tabung Elpiji, Dua Rumah Warga Kampung Bulang Rusak Berat!

Baca: Mengejutkan! Habis Malam Pertama Suami Cuci Piring, Begini Komentar Laudya Chintya Bella!

Baca: Heboh Gosip Teuku Wisnu Poligami, Shireen Sungkar Berikan Jawaban Mengejutkan Ini

Dirumah tersebut, diperkirakan gas yang bocor telah memenuhi semua isi ruangan rumah.

Namun akibat dari itu juga dipicu dengan adanya korsleting listrik. Dimana terdapat sofa yang tak jauh dari sofa tersebut terdapat Stop Kontak.‎ Diduga dari Stop kontak dan mengakibatkan percikan api yang membakar sofa menjadikan tekanan hebat terjadi.

"Ada Stop kontak deket sofa. Dan sofa juga terbakar. Tapi sofa aja yang terbakar. Gas itu bocor dan memenuhi seluruh isi ruangan rumah hingga menjadikan tekanan lalu meledak," kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Ruseno dikonfirmasi Tribun Batam, Selasa (12/9/2017) siang.

Hasil identifikasi yang dilakukan oleh jajarannya, pemicu terjadinya ledakan ia duga dari stop kontak yang memunculkan api kemudian membakar sofa.

Ledakan kuat itu juga didukung dari rumah korban dengan kondisi yang cukup rapat tanpa ada ventilasi rumah yang memadai.

Beberapa ventilasi dari pantuan Tribun juga ditutup dengan plastik. Sedangkan atap Gypsum dan bagian dapur juga tertutup rapat. Gas sendiri saat itu diletakan di bagian dapur.

"Karena ruangan yang tertutup menjadikan tekanan gas yang bocor. Pemilik rumah juga sedang di Jepang. Jadi kosong," katanya.

Akibat dari ledakan itu, kerugian ditaksir mencapai Rp.200 juta. Kerugian itu dihitung dari sisi bangunan yang mengalami kerusakan berat.

Di antaranya beberapa sisi dinding bangunan jebol cukup lebar dan nyaris rumah korban Dewi tak beratap.

"Kerugian kita taksir Rp. 200 juta. Korban sampingnya juga mengalami kerusakan atap dan bagian belakang (dapur)," kata Dwihatmoko. ‎(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved