Rumah Makan Menumpuk Elpiji, Satgas Migas Bintan Janji Beres-beres Perizinan Pangkalan.

Rumah Makan Menumpuk Elpiji, Satgas Migas Bintan Janji Beres-beres Perizinan Pangkalan.

Rumah Makan Menumpuk Elpiji, Satgas Migas Bintan Janji Beres-beres Perizinan Pangkalan.
tribunbatam/aminnudin
Sidak elpiji 3 kg belum lama ini di Bintan oleh Satgas. Disperindag Bintan siap tertibkan kembali pangkalan di Bintan dalam waktu dekat 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Masalah keberadaan elpiji 3 kilogram dipastikan telah pulih sepenuhnya. Kelangkaan yang mendera Bintan sejak lebaran Idul Adha lalu telah teratasi. Perputaran distribusi elpiji kembali lancar di masyarakat.

Baca: Diduga Akibat Ledakan Tabung Elpiji, Dua Rumah Warga Kampung Bulang Rusak Berat!

Baca: BREAKINGNEWS: Sidak Rumah Makan di Bintan, Satgas Temukan Sebuah Rumah Makan Miliki 25 Elpiji

Baca: Mengejutkan! Habis Malam Pertama Suami Cuci Piring, Begini Komentar Laudya Chintya Bella!

Baca: Heboh Gosip Teuku Wisnu Poligami, Shireen Sungkar Berikan Jawaban Mengejutkan Ini

Namun bukan berarti tim Satgas Migas yang terbentuk lalu berhenti bekerja. Pengawasan tetap berjalan. Salah satunya pengawasan elpiji di tingkat pangkalan. Satgas tidak mau kejadian kelangkaan gas 3 kg yang bikin panik pekan lalu kembali terjadi. Maka itu pangkalan akan dibenahi.

Kenapa pangkalan, boleh dikatakan muara dari semua problem gas di lapangan salah satunya juga terletak di pangkalan. Jika pangkalan mematuhi tata aturan penyaluran gas ke masyarakat sebaik mungkin,

distribusi elpiji akan terus baik baik saja. Pangkalan yang baik adalah pangkalan yang menyalurkan elpiji sesuai ketentuan dalam arti tidak mengoper tabung elpiji berpuluh puluh jumlahnya hanya pada satu tempat.

"Pada sidak Rabu, minggu lalu dalam sidak bersama ke rumah rumah makan kita dapatkan sejumlah rumah makan mengaku dipasok tabung bisa 5 sampai 10 an tabung, itu banyak sekali,"kata Setia Kurniawan, anggota Satgas dari PPNS Disperindag Bintan, Selasa (12/9/2017).

Padahal kelonggaran yang diberikan, cukup tiga tabung untuk satu rumah makan. Jika rumah makan tersebut merasa tidak cukup dengan 3 tabung, harus menggunakan elpiji 12 kilogram atau elpiji lainnya non subsidi. Kelonggaran ini untuk melindungi ketercukupan warga kategori miskin yang merupakan sasaran elpiji subsidi.

"Pokoknya kedepan, apapun modelnya, pangkalan dalam kondisi apapun wajib mendahulukan pelanggan rumah tangga yang merupakan sasaran program elpiji subsidi. Nanti kalau sudah pelanggan rumah tangga terpenuhi barulah kemudian order ke pelanggan usaha rumah makan atau kedai,"kata Setia Kurniawan.

Bila ada pangkalan nakal, Disperindag Bintan bisa mengambil langkah tegas yakni menutup izin usaha yang bersangkutan. Perlu diketahui, pasca kelangkaan gas elpiji kemarin, model perizinan pangkalan pun diperketat.

Selama ini pangkalan menggunakan izin IUMK atau izin usaha mikro dan kecil yang dikeluarkan pihak kecamatan tempat pangkalan berdiri. Berdasarkan Perpres No 71 Tahun 2015, izin IUMK harus mendapat rekomendasi bidang teknis Diskoperindag.

"Pokoknya pangkalan juga perlu ditertibkan. Nanti kita minta agen memperlihatkan daftar pangkalannya apakah sesui jumlahnya di lapangan. Sebab bila dicermati di lapangan, pangkalan banyak sekali, kita akan minta daftarnya,"kata Setia.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help