TribunBatam/

Ketimbang Kucing-kucingan Jualan Elpiji Langgar HET, Urus Izin Dirikan Pangkalan Gas!

Ketimbang Kucing-kucingan Jualan Elpiji Langgar HET, Urus Izin Dirikan Pangkalan Gas!

Ketimbang Kucing-kucingan Jualan Elpiji Langgar HET, Urus Izin Dirikan Pangkalan Gas!
TRIBUN BATAM/AMINNUDIN
Ilustrasi. Pekerja agen elpiji sedang menata tabung gas di Barek Motor Kijang, Bintan Timur 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Distribusi penjualan gas elpiji tiga kologram semestinya berakhir di pangkalan resmi.

Namun sudah rahasia umum, di Kota Tanjungpinang banyak pedagang kecil dan warung-warung juga ikut menjual gas elpiji bersubsidi itu. Ini karena pangkalan yang ada tidak cukup merata agar mudah dijangkau masyarakat.

Baca: Diduga Akibat Ledakan Tabung Elpiji, Dua Rumah Warga Kampung Bulang Rusak Berat!

Baca: Ehem! Menikah dengan Duda Ternyata Impian Laudya Cynthia Bella, Alasannya Mengejutkan!

Baca: Pajak Daerah Dongkrak PAD Tanjungpinang, DPRD Bahas APBD Perubahan!

Baca: Ekonomi Kepri Jeblok, BPS Blak-blakan Kritik Pemprov Kepri: Kurang Lincah Genjot APBD!

Kondisi ini menjadi polemik yang tak kunjung sudah. Disuatu sisi sebagian masyarakat mengaku diuntungkan karena bisa membeli gas lebih dekat ketimbang harus kepangkalan resmi meskipun harga jual lebih mahal.

Sehingga mereka merasa terbantu dengan adanya penjual gas elpiji di warung-warung. Namun disisi lain, penjualan seperti itu tidak diizinkan, karena melanggar ketentuan yang ada.

Beberapa pedagang kecil ini mengaku menjual gas bersubsidi tersebut untuk mencari nafkah menghidupi keluarga. Sebagian dari mereka juga tak tahu aturan penjualan gas melon tersebut. Yang mereka tahu, mereka membeli gas dan kemudian menjualnya kembali dengan sedikit mengambil keuntungan.

Dari pantauan Tribun Batam di lapangan, harga jual pedagang ini memang diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah. Namun, saat ditanya, mereka mengatakan selisih harga tersebut sebagai jasa transportasi karena mereka membeli juga menggunakan kendaraan.

Halaman
12
Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help