TribunBatam/

BATAM TERKINI

Ternyata Ini Alasan PLN Batam Pilih Padamkan Listrik Konsumen Rumah Tangga

Bright PLN Batam saat ini sedang melakukan pemadaman listrik secara bergiliran. Kenapa pemadaman hanya untuk konsumen rumah tangga? Ini alasannya

Ternyata Ini Alasan PLN Batam Pilih Padamkan Listrik Konsumen Rumah Tangga
WARTA KOTA/henry lopulalan
Ilustrasi petugas PLN 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Bright PLN Batam saat ini sedang melakukan pemadaman listrik secara bergiliran di sejumlah wilayah di Batam. Rata-rata pemadaman tersebut dilakukan dengan durasi selama kurang lebih dua hingga tiga jam per hari.

Pemadaman tersebut tak pelak menuai protes dari masyarakat yang banyak diungkapkan terutama lewat media sosial. Kebanyakan mengaku sangat terganggu dengan kebijakan pemadaman bergilir tersebut.

Pelaksana Harian Sekretaris Bright PLN Batam, Rudi Antono mengaku, kebijakan pemadaman listrik bergilir tersebut dinilai sebagai pilihan yang sulit tapi terpaksa harus dilakukan oleh PLN.

"Ini (pemadaman listrik) sebenarnya pilihan sulit bagi kami. Kami sadari masyarakat tidak nyaman. Kami juga tidak nyaman. Tapi kalau dibiarkan terus, operasional perusahaan semakin susah," ujar dia.

Dan berdasarkan sejumlah pertimbangan, akhirnya pemadaman listrik bergilir jatuh pada konsumen dari rumah tangga. Yakni dengan lama durasi 2-3 jam per hari.

Dengan pemadaman bergilir tersebut, Rudi mengklaim pihak PLN berhasil menghemat daya hingga 80 Megawatt per harinya.

Baca: Sampai Kapan Batam Mati Lampu? Begini Jawaban Bright PLN

Baca: Pernah Miskin, Simak Perjalanan Hidup Lima Miliarder Dunia Ini

Baca: Tiga Siswi SD Nyaris Jadi Korban Penculikan. Begini Cara Mereka Meloloskan Diri

"Kami minta maaf kepada pelanggan kami, kepada semua pihak. Kami berharap permasalahan ini jadi perhatian bersama. Bantu sama-sama cari penyelesaiannya," kata Rudi.

Ketika ditanya kapan pemadaman bergilir usai, Rudi mengaku tak bisa memastikan waktunya. Dia hanya menegaskan jika persoalan yang terjadi tersebut erat kaitannya dengan kebijakan dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Sebab, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian implementasi Peraturan Gubernur Nomor 21 tahun 2017.

"Kami menunggu implementasi Pergub yang tak berjalan. Pergubnya berlaku tapi petunjuk teknisnya tak jalan," kata Rudi kepada wartawan, Rabu (13/9/2017) di Batam Center

Semestinya, sesuai juknis sekitar Agustus lalu ada kenaikan listrik lagi sebesar 15 persen. Namun karena tak berjalan, berpengaruh pada operasional PLN Batam. Pemadaman listrik bergilirpun terpaksa dilakukan untuk menghemat daya dan biaya operasional produksi. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Kamis 14 September 2017

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help