TribunBatam/

Benarkah 12 Ton Obat yang Diamankan Polsek Bintan Timur di Kijang adalah Jenis Flaka?

Obat itu disebut sebut bahan baku pembuatan flaka yang membuat pemakainya berubah seperti zombie, hilang kesadaran.

Benarkah 12 Ton Obat yang Diamankan Polsek Bintan Timur di Kijang adalah Jenis Flaka?
KOMPAS.com/istimewa
Seorang remaja yang menjadi korban mengkonsumsi obat di Kendari 

Laporan Aminuddin

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Sebanyak 12 ton obat ilegal dalam tiga truk lori yang diungkap jajaran Polsek Bintan Timur sejak Sabtu, 2 September lalu, kini sudah diamankan di Makopolres Bintan.

Masih tanda tanya, obat ilegal dalam bentuk bubuk yang diamankan jenis apa.

Tersiar kabar, jenis obat yang diamankan adalah jenis obat paling berbahaya yang kini sedang viral pascakejadian hilang kesadaran yang menjangkiti remaja di Kendari Sulawesi Tenggara. 

Obat itu disebut sebut bahan baku pembuatan flaka yang membuat pemakainya seperti hilang kesadaran, seperti orang kesrurupan.

Di Kendari, video tentang anak yang memakan obat bermerek PCC itu viral di media sosial. 

Tribun mencoba mengonfirmasi kabar itu ke pihak Polsek Bintan Timur selaku jajaran pengungkap  barang ilegal 12 ton dalam muatan 3 truk lori. 

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur Ipda Anjar Rahmat Putra mengatakan, ada kemungkinan demikian.

Uji sampel laboratorium forensik sementara ada semacam kandungan bahan pembuatan flaka.

Tapi pastinya, masih menunggu uji labor Medan secara total. Itu yang masih ditunggu.

Halaman
12
Penulis: Aminnudin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help