TribunBatam/

Mellennial

Hati-hati Sebelum Kirim Donasi! Begini Cara Aman Beri Bantuan

Saat ini begitu banyak penipuan yang mengatasnamakan kegiatan sosial dan amal hanya untuk keuntungan pribadi maupun kelompok tertentu.

Hati-hati Sebelum Kirim Donasi! Begini Cara Aman Beri Bantuan
TRIBUNBATAM/ANDRIANI
Mellennial 

MELLENNIALS, kamu-kamu pasti diajarkan untuk saling berbagi, tolong menolong, dan peduli terhadap sesama. Namun, dalam memberikan bantuan apalagi dalam bentuk donasi via media sosial (Medsos), kamu kudu ekstra hati-hati.

Sebab, saat ini begitu banyak penipuan yang mengatasnamakan kegiatan sosial dan amal hanya untuk keuntungan pribadi maupun kelompok tertentu.

Akhir-akhir ini, marak dilakukan penggalangan dana digital mengatasnamakan untuk bantuan-bantuak kemanusiaan.

Satu di antaranya adalah untuk Muslim Rohingya, Myanmar, yang sedang dalam konflik dan membutuhkan bantuan banyak orang.

Namun, di tengah malapetaka yang menimpah Muslim Rohingnya, ada saja pihak-pihak tertentu yang menggalang dana atas nama mereka tetapi ternyata tidak disalurkan sebagaimana mestinya. Aksi mereka masuk dalam kategori kejahatan dana sosial digital.

Ini menyebabkan penggalangan dana atau crow funding di zaman digital ini mempunyai tantangan dan hambatan tersendiri karena adanya penipuan dan skandal penggelapan uang berkedok amal. Akibatnya, masyarakat menjadi was -was dan berpikir dua kali untuk berdonasi.

Untuk memastikan apakah penggalangan dana tersebut legal atau ilegal, kamu-kamu bisa mengecek kelengkapan izin si penggalang dana. Menurut Hasyimah, Kepala Dinas Sosial Kota Batam, apapun bentuk donasinya harus melalui izin Kementrian Sosial, Dirjen, hingga Dinas Sosial daerah setempat.

“Karena akan ada bukti surat rekomendasi dari pimpinan untuk membuktikan bahwa donasi tersebut layak untuk sebagai wadah penyaluran bantuan sosial," kata Hasyim, Rabu (13/9/2017).

Menurut survei yang dilakukan Symantec, sebuah perusahaan software asal Kalifornia, Amerika Serikat (AS), Indonesia menduduki posisi ke-13 tertinggi se-Asia Pasifik dalam kasus penipuan via media sosial.

Dari hasil survei yang dilakukan ACT (Aksi Cepat Tanggap) pada tahun 2015 juga menunjukan hal serupa.

Survei tersebut menyimpulkan, masyarakat Indonesia ternyata cenderung cepat tanggap dalam berbagi bantuan terhadap mereka yang mengalami bencana atau berada dalam situasi darurat, tapi kurang mengecek kebenaran dari informasinya si penggalang dana.

Di dunia, ada dua crow funding yang sangat terkenal dan teruji akuntabilitasnya yakni Kickstarter dan IndieGogo. Sementara di Indonesia ada komunitas yang melakukan hal serupa yakni Gotong Royong Fund dan Kita Bisa. (*)

Tips Aman Beri Bantuan
1. Tetap harus hati-hati dalam memberikan bantuan dalam bentuk apapun. Teliti dan cermat sebelum memberi
2. Lihat atau mintalah surat rekomendasi penggalangan dana yang sah dari dinas terkait
3. Surat rekomendasi yang keluar biasnya terdapat tanda tangan sah dari Walikota, Sekda, Dinas Sosial.
4. Bijaksana dalam berdonasi, karena banyak hal yang bisa dilakukan dari aksi penipuan ini.
5. Hati-hati modus penipuan melalui telepon, SMS, maupun media sosial.
6. Jika curiga dengan lawan bicara soal donasi ini, segeralah akhiri pembicaraan atau chatting dengannya.
7. Segera laporkan kepada polisi atas tindakan penipuan yang dialami.(*)

Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help