TribunBatam/

Kuasa Hukum Indra Gunawan Merasa Dihalang-halangi Kadinsos Karimun saat Minta Data

Pihaknya dihalang-halangi oleh Kepala Dinas Sosial Karimun, Panji, saat berupaya mencari data yang berkaitan dengan kasus kliennya.

Kuasa Hukum Indra Gunawan Merasa Dihalang-halangi Kadinsos Karimun saat Minta Data
Penyidik Polres Karimun menyita mobil Honda HRV milik mantan Kadinsos Karimun Indra Gunawan yang diduga dicicil dari SPPD fiktif 

Laporan Elhadif Putra

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Indra Gunawan, masih diproses Satreskrim Polres Karimun.

Setelah ditetapkan polisi sebagai tersangka, Indra baru satu kali menjalani pemeriksaan, tepatnya pada Kamis (10/8/2017).

Seperti diberitakan, saat menjabat Kadinsod, Indra Gunawan menjadi tersangka penyalahgunaan dana kegiatan administrasi umum di tahun 2014-2016.

Polisi menemukan aliran dana tersebut digunakan untuk mencicil kendaraan pribadi.

Pada pemeriksaan di Mako Polres Karimun tersebut, Indra mendapat sekitar 20 pertanyaan dari penyidik.

Kuasa hukum Indra, Beni Zairalatha dan Alfi Ramadania yang dijumpai di kawasan Tanjungbalai pada Jumat Kamis (14/9/2017) merasa adanya indikasi kriminalisasi terhadap kliennya.

Ke dua pengacara dari kantor hukum Ambrastha Waskitha Justice Law firm Batam itu menyebutkan, seharusnya ada pihak lain yang bertanggung jawab terkait aliran dana yang saat ini membuat Indra terseret kasus dugaan korupsi.

"Harusnya periksa bendahara yang memang mengetahui dana-dana tersebut. Periksa juga PPTK-nya. Karena ini SPDP fiktif, maka harus proses juga siapa yang mengeluarkan surat-suratnya. Yang namanya korupsi kan bukan independensi. Kita juga menyayangkan polisi belum menangkap bendaharanya," kata Beni.

Selain itu, kata Beni, pihaknya dihalang-halangi oleh Kepala Dinas Sosial Karimun, Panji, saat berupaya mencari data yang berkaitan dengan kasus kliennya.

Beni Zairalatha dan Alfi Ramadania
Beni Zairalatha dan Alfi Ramadania (Elhadif Putra)
Halaman
12
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help