TANJUNGPINANG TERKINI

Kaca Mobil Pejabat Pemprov Dipecahkan Orang. Teror Terkait Pemilihan Wakil Gubernur Kepri?

Teror terhadap pejabat Pemprov Kepri terjadi, Jumat (15/9/2017) yakni dengan aksi pecah kaca mobil yang diparkir di halaman rumah.

Kaca Mobil Pejabat Pemprov Dipecahkan Orang. Teror Terkait Pemilihan Wakil Gubernur Kepri?
TRIBUNBATAM/ISTIMEWA
Kaca mobil Wrangler milik Ahar Sulaiman yang juga pejabat Pemprov Kepri dipecahkan orang tak bertanggungjawab, Jumat (15/9/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Kaca mobil Wrengler milik staf khusus gubernur Kepri Ahar Sulaiman dipecahkan pada Jumat (15/9/2017) subuh.

Kaca mobil tersebut dipecahkan saat terparkir dalam halaman parkir rumah Ahar di Komplek Perumahan Citra Mas Batam Center.

Ahar sendiri mengaku sedang berada di Jakarta saat insiden tersebut terjadi. Dia baru menerima informasi tersebut dari sopir pribadinya.

"Saat sopir saya mau mencuci mobil kemarin pagi, dia melihat kaca mobil saya pecah. Dia lalu kabarkan kepada saya. Jadi kemungkinan kaca mobil dipecahkan pada waktu subuh," ungkap Ahar kepada Tribun, Sabtu (16/9/2017).

Ahar mengatakan, aksi pemecahan kaca mobilnya itu dilakukan oleh orang-orang pengecut. Dia kemudian mengaitkan insiden tersebut dengan pernyataan-pernyataan keras yang disampaikannya seputar pemilihan wakil gubernur Kepri.

Baca: NGERI. Beginilah Kronologi Terlindasnya Ketua Klub Motor hingga Tewas Bersimbah Darah

Baca: Jalani Perawatan Medis, Tengku Mukhtarudin Batal Bersaksi di Pengadilan

Baca: Diduga Rekam dan Potret Aktivitas Seks Pramugari, Perusahaan Ancam Beri Sanksi Pilot Nakal

Ahar belakang ini begitu gencar melontarkan pernyataan bahwa dua calon wakil gubernur Kepri, Isdianto dan Agus Wibowo harus ditarik kembali oleh gubernur Kepri. Sebab, surat pengajuan kedua nama tersebut tidak disertai dengan berkas yang lengkap.

Dia menduga, pernyataannya tersebut membuat pihak tertentu panik dan marah. Mereka kemudian membalasnya dengan aksi teror pemecahan kaca mobil sport tersebut.

"Kelihatan jelas sekali, ketika adu argumen tidak bisa lagi, mereka gunakan kekuatan fisik. Itu adalah tipikal orang pengecut," ujar Ahar.

Tidak cuma menilai orang pengecut, Ahar juga bahkan menantang mereka untuk menunjukkan batang hidungnya. Dia menegaskan tidak akan takut menghadapi aksi teror fisik kepada dirinya.

"Kami ini merantau hanya modal nekad. Jadi kami tidak pernah takut pada akai teror fisik," tegas staf khusus gubernur Kepri ini. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Minggu 17 September 2017

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help