Historia

Bikin Merinding! Inilah Kisah Menegangkan Dokter Militer Saat Pembebasan Irian Barat!

Bikin Merinding! Inilah Kisah Menegangkan Dokter Militer Saat Pembebasan Irian Barat!

Bikin Merinding! Inilah Kisah Menegangkan Dokter Militer Saat Pembebasan Irian Barat!
Tribunnews
Ilustrasi. Pasukan TNI saat operasi Trikora di Irian Barat 

Ada lagi yang masih juga amatiran. Kalau mendengar aba-aba balik kanan, dia jadi gugup sehingga terlambat menghitung langkah tu-wa-ga itu.

Tak pelak ia selalu menabrak teman di depannya yang sudah berbalik, ... gabrus!

Dari 115 peserta, saya lulus dengan nomor urut satu. Bukan apa-apa, tetapi karena banyak yang sengaja mengelak jangan sampai masuk kelompok sepuluh besar.

Itu bukan tanpa alasan. Waktu itu Presiden RI Bung Karno, baru saja mengumumkan Trikora (Tri Komando Rakyat) untuk merebut Irian Barat (sekarang Irian Jaya) dari tangan Belanda.

Dengan pangkat letnan satu CDM (Corps Dokter Militer), kami disebar ke daerah, ke pasukan dan sebagainya.

Sementara itu mereka yang termasuk dalam kelompok sepuluh besar, mendapatkan latihan; tambahan, antara lain terjun payung.

Mungkin meluncur dari tempat ketinggian dengan parasut inilah biangnya. Dasar wamil!

Nyaris telanjang

Pada bulan Juni 1962, saya ditugaskan direktur Kesehatan Angkatan Darat untuk bergabung dengan satu peleton pasukan khusus RPKAD.

Tugasnya menyusup ke Irian Barat dengan kapal selam. Pasukan kami disebut tim Lumba-lumba, dipimpin oleh Kapten Dolf Latumahina.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved