Mantan Kasatpol PP Batam Ditahan, Soal Status PNS Hendri Ini Jawaban Amsakar!

Mantan Kasatpol PP Batam Ditahan, Soal Status PNS Hendri Ini Jawaban Amsakar!

Mantan Kasatpol PP Batam Ditahan, Soal Status PNS Hendri Ini Jawaban Amsakar!
tribunbatam/ian pertanian
Wakil Walikota Amsakar Ahmad 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Wali Kota Batam, Rudi tak berkomentar banyak soal kasus hukum yang menimpa mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam, Hendri. Diapun mengaku tak mau membahasnya.

Baca: Mengejutkan! Inilah 5 Fakta Rencana Pernikahan Kahiyang Putri Joko Widodo, Ada Sempat Ngamuk-ngamuk!

Baca: Heboh! Setelah 7 Pawang Berikan Sesajen Ini, 2 Mayat Terkaman Buaya Mengambang. Ini Sajenya!

"Apa yang dibuat, itulah yang harus dipertanggungjawabkan," kata Rudi, Senin (18/9/2017) usai melakukan seremonial pengecoran di atas fly over di Simpang Jam.

Setelahnya, dia tak berkomentar lagi.

"Jangan ditanya," ujar laki-laki itu bersenandung sambil melangkah pergi.

Hampir sama dengan Rudi, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad juga tak berkomentar banyak soal penahanan Hendri. Dia mengaku belum mendapat informasi yang jelas.

Sepengetahuan Amsakar, Hendri dilaporkan karena dianggap melanggar komitmen.

"Dia ada janji dengan pengusaha tapi tak dipenuhi. Sedangkan duitnya sudah dipakai," kata Amsakar, usai rapat paripurna di DPRD Kota Batam.

"Tapi lebih jelasnya tanya BKD saja supaya tak keliru," ujar dia.

Sementara itu soal status kepegawaian Hendri, Amsakar meminta ditanyakan kepada Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin. Dari Pemerintah Kota Batam prinsipnya tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Hendri.

Kasus Hendri, juga ditanggapi Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai. Dari informasi yang didapatnya, itu berawal dari laporan seorang pengusaha yang sudah memberikan uang Rp 200 juta kepada Hendri untuk menggusur lahan di Tanjunguma.

"Ternyata tak digusur juga. Sah-sah saja itu. Lagian polisi melakukan penahanan kan tidak sembarangan," kata Lik Khai mendukung proses hukum yang tengah berlangsung. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help