BATAM TERKINI

Tarif Listrik Naik Hanya Karena Diancam Pemadaman, Ini Kata Anggota DPRD Batam

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai ikut mengkritisi kebijakan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk menaikkan kembali tarif listrik di Batam.

Tarif Listrik Naik Hanya Karena Diancam Pemadaman, Ini Kata Anggota DPRD Batam
Tribunnews.com
Ilustrasi Mati Lampu 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai ikut mengkritisi kebijakan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk menaikkan kembali tarif listrik di Batam.

Menurut dia, keputusan itu perlu dipertanyakan kembali dasarnya.

"Kenapa? Karena masyarakat pasti akan terbebani. Bahan pokok dan lain-lain akan naik, UMK pasti naik juga," kata Lik Khai, Senin (18/9/2017) di Gedung DPRD Kota Batam.

Sementara saat ini kondisi ekonomi Batam sedang lesu. Sedang investor hanya beberapa di antaranya yang masuk.

"Makanya semua harus duduk bersama," ujar dia.

Baca: Cuma Hujan 30 Menit Jalan Marina Sudah Mirip Sungai. Efek Penimbunan Lahan?

Baca: DORR! Pencuri Rumah Kosong Tembaki Aparat saat Disergap. Begini Akhir Drama Menegangkan Tersebut

Baca: Setelah Simpang Jam, Batam Akan Bangun Empat Fly Over Lagi. Di Sini Lokasinya

Menurut Lik Khai, jika Pemerintah bisa menaikkan tarif listrik hanya karena dasar PLN Batam melakukan pemadaman listrik bergilir, ke depannya PLN akan gampang untuk meminta kenaikan tarif listrik lagi dengan alasan serupa. Ujung-ujungnya masyarakat yang akan mendapat imbasnya.

"Pemadaman itu ancaman PLN. Ke depan gampang saja kalau mau naikkan tarif lagi 20 atau 30 persen, tinggal lakukan pemadaman. Yang kasihan itu masyarakat," kata Lik Khai.

Sementara menurut dia, saat ini masih banyak terjadi pencurian arus listrik. Belum lagi dengan tagihan-tagihan listrik lainnya yang belum dibayarkan ke PLN.

"Kenapa itu tak ditagih. Kenapa tak dipidanakan saja. Inikan masalah uang. Jadi kalau dibilang PLN rugi, menurut saya kurang logis saja. Harus diperiksa tuntas," ujar dia. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Selasa 19 September 2017

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help