TribunBatam/

Misteri Wagub Kepri

Kendorkan Tensi Politik Pemilihan Wagub, Pengacara Pemprov Minta Polisi Turun Usut Ini

Kendorkan Tensi Politik Pemilihan Wagub, Pengacara Pemprov Minta Polisi Turun Usut Ini

Kendorkan Tensi Politik Pemilihan Wagub, Pengacara Pemprov Minta Polisi Turun Usut Ini
TRIBUNBATAM/ISTIMEWA
Kaca mobil Wrangler milik Ahar Sulaiman yang juga pejabat Pemprov Kepri dipecahkan orang tak bertanggungjawab, Jumat (15/9/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Pernyataan keras Ahar Sulaiman, Staf Khusus Gubernur Kepri, membuat suhu politik seputar pemilihan wakil gubernur Kepri sedikit memanas.

Setelah menerima intimidasi itu, para pendukung Ahar pun mulai memberikan reaksi.

Baca: Mengejutkan! Putri Presiden Jokowi Nikah November, Kahiyang Blak-blakan Ini Lokasi Bulan Madunya!

Baca: Heboh! Chat Intim dan Mesra Bocor, Netizen Ngakak Baca Pengakuan Anang Begini!

Baca: Heboh! Setelah 7 Pawang Berikan Sesajen Ini, 2 Mayat Terkaman Buaya Mengambang. Ini Sajenya!

"Kawan-kawan dan kekuarga sudah memberikan reaksi. Tetapi saya selalu tenangkan mereka. Saya mau supaya masalah ini berkutat seputar adu argumentasi bukan terjebak dalam masalah suku," ujar Ahar santai.

Andi Asrun sendiri mengaku prihatin atas tindakan teror yang menimpa Ahar.

"Semoga Allah menjaga keselamatan Pak Ahar dan Keluarga. Saya berharap Pak Ahar tidak kendur niatnya untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan," ungkap Andi.

Kuasa hukum Pemprov Kepri itu lalu meminta polisi mengusut tuntas teror yang dialami Ahar. Tindakan teror adalah tindakan pengecut dan hanya dilakukan oleh manusia tidak beragama dan tidak Pancasilais.

"Bila ada pihak-pihak yang tidak sepaham dengan pandangan Pak Ahar terkait soal pemilihan wakil gubernur Kepri seharusnya dihadapi dengan gagasan juga.

Jangan nalar kritis dihadapi dengan tindakan premanisme. Polisi harus tangkap pelaku teror dan otak intelektual di balik teror terhadap Pak Ahar," tegas Andi.

Dia juga meminta polisi meningkatkan pengamanan terhadap gubernur Kepri Kepri H Nurdin Basirun baik di kantor maupun di kediaman.

Pengamanan ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi teror terhadap pejabat negara terutama memasuki suhu politik panas menjelang pemilihan wakil gubernur Kepri ini. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help