Penipuan Berkedok Anak Korban Sakit Merebak di Karimun, Rekan Kasatreskrim Jadi Korban?

Penipuan Berkedok Anak Korban Sakit Merebak di Karimun, Rekan Kasatreskrim Jadi Korban?

Penipuan Berkedok Anak Korban Sakit Merebak di Karimun, Rekan Kasatreskrim Jadi Korban?
tribunbatam/elhadif putra
Kasat Reserse Kriminal Polres Karimun, AKP Lulik Febryantara 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Penipuan via telepon yang mengatakan anak korban tengah mengalami musibah dan tengah dirawat di rumah sakit mulai merebak di Karimun. Bahkan sebuah sekolah dasar swasta di Karimun dikabarkan lebih dari lima orang wali muridnya nyaris terpedaya ulah penipu.

Baca: Heboh! Chat Intim dan Mesra Bocor, Netizen Ngakak Baca Pengakuan Anang Begini!

Baca: Misteri Terbongkar! Kenapa Pria Kerap Mengambil Keputusan Bodoh Ketika Terangsang? Ini Jawabnya!

Baca: Heboh Curanmor Sembelihan di Karimun, Pelaku Hanya Incar Onderdil Motor! Buang Bangkai di Kuburan!

Baca: Heboh! Inilah 5 Fakta Mengejutkan Kehidupan Dukun Cilik Ponari! Nomor 1 Bikin Merinding!

Baca: Terungkap! Inilah Sosok Panglima Tampan yang Pernah Memarahi Jenderal Soeharto!

“Lebih dari lima orang wali murid yang menelpon sekolah, menanyakan kabar anaknya. Mereka pada umumnya habis kena telepon seseorang yang mengaku anaknya lagi di rumah sakit,” ujar seorang guru yang tidak bersedia menyebutkan identitasnya dengan alasan nama baik sekolah, Selasa (19/9/2017).

Parahnya lagi, para penipu seakan sudah mempersiapkan segala kemungkinan seperti memiliki tim yang berperan sebagai tenaga medis, guru dan bahkan pegawai tata usaha palsu. Ia pun mengharapkan kepada orangtua siswa yang dihubungi seseorang mengaku dari pihak sekolah untuk memastikan terlebih dahulu.

“Wali murid diarahkan berbicara kepada guru, dokter yang menangani, padahal itu semua bohong, cuma akal-akalan mereka saja. Bahkan mereka memiliki nomor rekening di salah satu bank ternama. Untungnya tidak ada yang kena, setelah mereka koordinasi dengan pihak sekolah,” katanya.

Kasatreskrim Polres Karimun AKP Lulik Febriyantara saat dihubungi mengaku pihaknya sudah mendengar kabar tersebut. Bahkan ia menyebutkan seorang temannya sempat menjadi korban sekitar Rp 17 juta. Namun begitu, Lulik mengaku sampai saat ini belum ada korban yang benar-benar mau melaporkan secara resmi ke pihaknya.

“Belum lama ini ada dua orang yang menyampaikan kepada kami. Seorang teman saya juga sempat menjadi korban, kena Rp 17 juta. Ia ditelepon pelaku mengatakan anaknya kecelakaan, harus dirujuk ke Batam, mau sewa speedboat, minta ditransfer dulu,” kata Lulik.

Lulik pun mengimbau agar para orangtua jangan cepat percaya dengan omongan penelepon. Kemudian diharapkan untuk menghubungi pihak sekolah atau rumah sakit yang dimaksud melalui nomor yang dapat dipercaya.

Lulik juga minta orangtua tidak menyebutkan nama anak dikarenakan modus yang digunakan pelaku adalah modus lama. Lulik mengaku pihaknya sudah pernah mengecek nomor ponsel yang digunakan pelaku dan terdeteksi di luar Karimun seperti pulau Sulawesi.

“Jangan sebutkan informasi apapun soal anak, biar mereka sebutkan sendiri, kalau salah berarti ini tidak benar. Kalau benar, cek lagi ke sekolah, intinya jangan panik, pastikan dulu bener-bener, mereka memanfaatkan kepanikan kita lalu didesak-desak untuk segera menstranfer,” kata Lulik. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help