Terlalu Rendah, Kemenkeu Bakal Revisi Batas Bea Masuk Impor Barang Penumpang

Saat ini, bea masuk barang impor dikenakan jika nilai barang di atas 250 dolar AS per orang dan 1.000 dolar A Sper keluarga untuk setiap kedatangan.

Terlalu Rendah, Kemenkeu Bakal Revisi Batas Bea Masuk Impor Barang Penumpang
KONTAN
Suasana Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan akan merevisi batasan (threshold) pengenaan bea masuk bagi impor barang penumpang.

Saat ini, bea masuk barang impor dikenakan jika nilai barang tersebut berada di atas  250 dolar AS per orang dan  1.000 dolar AS per keluarga untuk setiap kedatangan.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 188/PMK 04/2010 Pasal 8 tentang Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas, dan Barang Kiriman. 

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, pihaknya tengah mencari referensi batasan pengenaan bea masuk yang sesuai dengan kondisi perekonomian di Indonesia.

Adapun revisi ini telah menjadi diskusi internal sehingga pemerintah membuka masukan dari beberapa pelaku usaha.

"Sebenarnya, ini sudah jadi diskusi internal kami, yang kami ajak bicara adalah pihak yang concern ke pariwisata supaya mereka tidak resah. Yang kedua, yang kami ajak bicara adalah industri sejenis misalnya perajin tas yang ada di dalam negeri," ujarnya di Jakarta, Senin (18/9/2017).

Baca: Ini 5 Keunggulan Konter Tiket Baru di Pelabuhan Domestik Sekupang. No 4 Bikin Betah

Baca: CATAT! Bukan di Gedung Lama Lagi, Konter Tiket Pelabuhan Domestik Sekupang Pindah Kesini

Baca: Ingin Wajah Mulus Bebas Jerawat? Hindari 5 Pemicu Jerawat Berikut Ini

Heru melanjutkan, pemerintah tidak akan menaikkan threshold hingga mencapai  2.500 dolar AS per orang atau 10 kali lipat dari angka yang sekarang. Apabila terlalu tinggi, menurut Heru, maka pengusaha atau perajin barang sejenis di dalam negeri akan terancam.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help