Heboh Pasien BPJS Meninggal! Bupati-RSUD Bintan Mendadak Rapat Khusus, 2 Staf Dinonaktifkan!

Heboh Pasien BPJS Meninggal! Bupati-RSUD Bintan Mendadak Rapat Khusus, 2 Staf Dinonaktifkan!

Heboh Pasien BPJS Meninggal! Bupati-RSUD Bintan Mendadak Rapat Khusus, 2 Staf Dinonaktifkan!
tribunbatam/aminnudin
Bupati Apri Sujadi Sidak ke RSUD Bintan, Rabu (20/9/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN- Kabar meninggalnya warga Kampung Sei Enam, RT 01 RW 02 Kelurahan Sei Enam kecamatan Bintan Timur menjadi perhatian utama Bupati Bintan, Apri Sujadi. Apri langsung menggelar rapat internal dengan pihak RSUD Bintan, Rabu, pagi.

Baca: Heboh Pasien BPJS Meninggal, Direktur RSUD Bintan Kumpulkan Stafnya Termasuk IGD. Begini Hasilnya!

Baca: Direktur RSUD Bintan Datang Melayat, Suasana Langsung Panas. Terdengar Teriakan Warga Marah!

Baca: BREAKINGNEWS: Ditolak Berobat ke RSUD, Warga Bintan Meninggal Dunia. Gara-gara Kartu BPJS Mati?

Baca: Misteri Terbongkar! Kenapa Pria Kerap Mengambil Keputusan Bodoh Ketika Terangsang? Ini Jawabnya!

Sejumlah jajaran turut serta dalam rapat bersama RSUD. Termasuk Kepala Dinas Kesehatan Bintan, Gamma Isnaeni. Tak ketinggalan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Bintan, Irma Anissa.

Di rapat, Apri sampaikan, program kesehatan gratis yang menjadi prioritas pemerintahannya harus dijalankan baik baik di semua instansi kesehatan yang masuk dibawah kooridinas Pemkab.

Petugas jangan coba-coba lalai terhadap warga Bintan terutama warga miskin yang membutuhkan penanganan medis cepat. Dahulukan pelayanan cepat baru hal hal lain.

"Kita sudah informasikan bahwa mindset pelayanan di rumah sakit maupun puskesmas harus dirubah . Prioritas kan Pelayanan terlebih dahulu baru Administrasi,"kata Apri Sujadi.

Apri juga menegaskan, ke depan dia tak mau mendengar, masih ada kelambanan pelayanan di rumah sakit milik pemda ataupun puskesmas. Jaman sudah berubah, sikap mengtamakan pelayanan pun harus diutamakan tanpa pandang bulu.

"Hari ini sudah saya instruksikan, dan kita tegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus prioritas tidak saja berlaku di Rumah Sakit tapi juga Puskesmas," ujarnya.

Di rapat, disampaikan, dugaan kelalaian medis oleh petugas RSUD yang menangani pasien atas nama Rohaini langsung dijatuhkan sanksi.

Dinkes Bintan telah menjatuhkan sanksi tegas setidaknya pada 2 orang staf. Yakni 1 staf dokter jaga dan satu perawat. Sanksi diberikan berupa penonaktifan. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help