Tersengat Kasus Pasien BPJS di RSUD Bintan Meninggal, Gubernur Sidak ke RSUP. Ini Perintahnya!

Tersengat Kasus Pasien BPJS di RSUD Bintan Meninggal, Gubernur Sidak ke RSUP Batu 8. Ini Perintahnya!

Tersengat Kasus Pasien BPJS di RSUD Bintan Meninggal, Gubernur Sidak ke RSUP. Ini Perintahnya!
Humas Pemprov Kepri
Gubernur Nurdin sidak ke RSUP Kepri sehari setelah RSUD Bintan dihebohkan dengan kasus pasien BPJS meninggal 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Cerita duka tentang kematian Rohaini (45), warga Bintan yang sempat mendapat perlakuan kurang baik di RSUD Bintan memantik reaksi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Baca: Heboh Pasien BPJS Meninggal, Direktur RSUD Bintan Kumpulkan Stafnya Termasuk IGD. Begini Hasilnya!

Baca: BREAKINGNEWS: Ditolak Berobat ke RSUD, Warga Bintan Meninggal Dunia. Gara-gara Kartu BPJS Mati?

Baca: Direktur RSUD Bintan Datang Melayat, Suasana Langsung Panas. Terdengar Teriakan Warga Marah!

Baca: Ekonomi Kepri Jeblok, BPS Blak-blakan Kritik Pemprov Kepri: Kurang Lincah Genjot APBD!

Nurdin langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di RSUP Kepri, Rabu (20/9/2017) pagi. Dia memastikan bahwa pelayanan di Rumah Sakit di Kepri terutama RSUP dan RSUD Tanjunguban semakin baik. Namun, dia mengimbau para petugas kesehatan agar menangani pasien,

terutama BPJS, yang memerlukan penanganan segera atau emergency, secara baik. Petugas kesehatan di Rumah Sakit tidak boleh menolak pasien yang dimaksud walaupun secara administrasi belum lengkap datanya.

“Siapapun yang datang ke rumah sakit segera dilayani tanpa melihat latar belakangnya. Jika ada pasien yang memerlukan penanganan segera, layani saja dulu, administrasi bisa belakangan. Karena nyawa seorang manusia sangatlah berharga,” kata Nurdin saat melakukan inspeksi mendadak di Rumah Sakit Umum Provinsi, Batu 8, Tanjungpinang, Rabu (20/9/2017) sebagaimana dirilis Humas Pemprov Kepri.

Masyarakat yang melihat Sidak ini memanfaatkan kesempatan ini untuk bercerita tentang berbagai keluhan adanya BPJS dan kekurangan dokter spesialis. Amri, seorang warga menceritakan bahwa keluarganya menderita penyakit kanker payudara

namun tidak bisa tertangani di Rumah Sakit Umum Provinsi karena ketiadaan Dokter spesialis bedah Onkologi. Begitu juga Mahmud, bercerita bahwa ada beberapa obat-obatan yang harus ditebus di apotik karena tidak ditanggung BPJS.

Melihat dan mendengar permasalahan ini, Gubernur memanggil Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi dr. Muchtar L. Munawwar agar hal-hal seperti ini segera ditangani dan dicari jalan keluarnya. Diakui Nurdin bahwa Kepri memang kekurangan dokter spesialis. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved