Urus Dokumen Ekspor Impor Cepat dan Cuma Bayar 1 Dolar AS. Begini Caranya!

Eksportir dan importir dapat menghemat waktu hingga 80% dalam proses input dokumen untuk custom declaration. Biayanya pun lebih murah yakni 1 dolar AS

Urus Dokumen Ekspor Impor Cepat dan Cuma Bayar 1 Dolar AS. Begini Caranya!
internet
Pelabuhan peti kemas Tanjung Priok, Jakarta. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Tren transformasi digital berimbas ke seluruh lini industri, termasuk dalam industri Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) atau lebih dikenal dengan custom declaration.

Adalah GeTS (Global eTrade Services) sebuah platform yang menawarkan kemudahan dan efisiensi dalam mengurusi dokumen yang akan digunakan para eksportir dan importir, sebelum barang sampai di tujuan masing-masing.

GeTS merupakan anak perusahaan dari CrimsonLogic, penyedia layanan eGovernment yang didirikan 30 tahun lalu di Singapura.

Chong Kok Keong, CEO GeTS mengklaim, para eksportir dan importir dapat menghemat waktu hingga 80% dalam proses input dokumen untuk custom declaration dengan layanan GeTS. 

"Kami menggunakan platform yang bisa mengubah dan mendeskripsikan data dari dokumen custom sehingga mampu memotong waktu dan harga di seluruh dunia," terang Chong di Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Baca: Isi Ulang Uang Elektronik Rp 200 Ribu Gratis. Melebihi Nilai Itu Segini Biayanya

Baca: TERUNGKAP! Identitas Wanita yang Jatuh dari Lantai 30 Apartemen Grand Lake Sunter

Baca: Isi Ulang Uang Elektronik Bakal Kena Biaya, Begini Aturan Bank Indonesia

Chong menambahkan, platformnya juga mampu memberikan efisiensi harga. Sebagai perbandingan, saat masih menggunakan dokumen manual biaya yang dikeluarkan sekitar  25 dolar AS hingga 35 dolar AS. Namun, jika menggunakan platform tersebut, eksportir hanya perlu mengeluarkan biaya  1 dolar AS saja. "Karena konsepnya pay by used," tambah Chong.

Hingga tahun lalu, GeTS sudah melakukan 900.000 transaksi perdagangan yang berasal dari 163.000 perusahaan lebih dengan total pergerakan kargo sebanyak 71,5 juta ton kargo.

Saat ini, Chong menargetkan agar bisa menjangkau seluruh negara di Asia Tenggara. Sudah ada empat negara yang terkoneksi yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, dan 2 bulan lalu ada di Indonesia lewat Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI). Target terdekat, Vietnam, Filipina, dan Myanmar akan segera bergabung. (*)

*Berita ini juga tayang di Kontan.co.id dengan judul : GeTS tawarkan layanan jasa kepabeanan digital

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved