Bank Indonesia Suspend Isi Ulang Uang Elektronik Tokopedia. Ini Alasannya

Bank Indonesia melarang sementara (suspend) layanan isi ulang uang elektronik yang dilakukan oleh e-commerce Tokopedia.

Bank Indonesia Suspend Isi Ulang Uang Elektronik Tokopedia. Ini Alasannya
shutterstock
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia ( BI) melarang sementara (suspend) layanan isi ulang ( top up) uang elektronik yang dilakukan oleh e-commerce Tokopedia.

Selain itu, BI juga melakukan suspend terhadap layanan serupa yang disediakan oleh toko online (daring) lainnya.

"Mereka sedang mengajukan perizinan e-money," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman ketika dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (22/9/2017).

Agusman menjelaskan, karena sejumlah e-commerce tersebut tengah mengajukan izin untuk dapat melayani pengisian ulang uang elektronik, maka bank sentral melarang sementara layanan itu.

Pelarangan akan dicabut ketika izin sudah terbit. "Jadi (izin) sedang diproses, begitu perizinan beres semua kembali normal," ungkap Agusman.

Adapun hingga berita ini ditayangkan, Kompas.com belum berhasil memperoleh konfirmasi dari pihak Tokopedia.

Baca: BREAKINGNEWS. Seorang Wanita Tertangkap Selipkan Sabu di Organ Intim saat Kunjungi Lapas Barelang

Baca: TRAGIS! Muka Dicakar dan Dipukul Asbak, Nyawa Wanita Ini Melayang di Tangan sang Kekasih

Baca: Peminat Jadi CPNS Membludak, Bisnis Bimbel Tes CPNS 2017 Naik Daun. Segini Tarif per Paket Bimbingan

Seperti diinformasikan sebelumnya, BI baru saja menerbitkan aturan mengenai Gerbang Pembayaran Nasional atau National Payment Gateway (NPG).

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved