Heboh 12 Ton Bahan Pil Zombie di Bintan

Razia Pil Zombie, Petugas Temukan Permen Tanpa Izin di Karimun. Begini Penampakannya!

Razia Pil Zombie, Petugas Temukan Permen Tanpa Izin di Karimun. Begini Penampakannya!

Razia Pil Zombie, Petugas Temukan Permen Tanpa Izin di Karimun. Begini Penampakannya!
tribunbatam/elhadif putra
Kadinkes Karimun, Rachmadi dan Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madyatias melakukan pengecekan obat di sebuah apotik di kawasan Tanjungbalai 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Kesehatan, BNN, Kepolisian, TNI AD dan TNI AL menggelar razia obat-obatan berbahaya, Jumat (22/9/2017). Sasaran razia ini adalah apotik, toko obat serta toko kelontong yang ada di Pulau Karimun Besar.

Baca: Heboh! 34 Tahun Lalu Rumah Terbakar, Gadis Ini Kini Jadi Artis Kaya Indonesia Pemilik Rumah 10 M

Baca: Terungkap! Inilah Fakta-fakta Jenderal Ahmad Yani Yang Tak Terungkap. Kisahnya Bikin Merinding!

Baca: Bikin Merinding! Setelah 7 Pawang Beri Sajen Kopi Hitam Ini, 2 Mayat Korban Buaya Menyembul Begini!

Baca: Menghebohkan! Inilah 5 Pembunuhan Dilakukan Usai Pelaku-Korban Bercinta, Nomor 5 Bikin Geger!

Hasilnya, petugas tidak menemukan adanya obat-obat berbahaya seperti PCC yang belakangan ini telah meresahkan masyarakat. Namun petugas menyita tujuh jenis makanan anak-anak berupa permen yang mencurigakan. Setelah dilakukan pengecekan, tenyata hanya tiga yang memiliki izin edar dari BPOM.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Karimun, Suharyanto menyebutkan maknaan itu ditemukan di sebuah minimarket di kawasan Teluk Air, Kecamatan Karimun.

Penyitaan dilakukan karena melihat dari bentuk, bungkusan serta warna permen yang mencurigakan. Setelah memastikan ada beberapa jenis yang tidak terdaftar, petugas akan melanjutkan dengan pengecekan sampel makanan tersebut.

"Menurut pemilik toko permen itu baru masuk satu dua bulan ini. Melihat dari warna, kemasan dan bentuknya mencurigakan. Jadi diambil sampelnya dan akan dicek ke BPOM," ujarnya usai razia.

Suharyanto menambahkan, meski tidak adanya temuan obat berbahaya, namun pihaknya tetap mengingatkan kepada pemilik apotik dan toko obat agar menjual sebagaimana ketentuan yang ada.

Selain PCC yang memang telah dilarang peredarannya, pihak apotik dan toko obat juga harus menjual beberapa obat berdasarkan resep dokter. Diantaranya adalah tramadol, hexymer dan zenith.

"Temuan lain tidak ada tapi kita mengingatkan kepada apotik dan toko obat. Seperti juga jika ada anak-anak yang membeli obat batuk komix dalam jumlah yang banyak maka itu dilarang," paparnya.

Dari pantauan tribun di Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, tim yang dikoordinasi oleh Kadinkes Karimun, Rachmadi dan Kasat Reserse Narkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madyatias menyusuri jalan Nusantara. Setiap apotik, toko obat dan toko kelontong dimasuki dan diperiksa.

Sementara Kasat Pol PP Kabupaten Karimun, TA Rahman menjelaskan razia diawali dengan apel bersama di Mako satpol PP Karimun di kawasan Tanjungbalai. Selanjutnya puluhan petugas dari instansi gabungan dibagi ke tiga kecamatan, yakni Karimun, Meral dan Tebing.

"Personil yang diturunkan sebanyak 75 orang dan bagi dua tim. Yang kita razia ada lima apotik dan toko obat di Kecamatan Karimun, dua di Meral dan delapan di Tebing," jelas TA Rahman.(*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved